New Normal Perlu Kesiapan Matang

Dok.humaskaltim

SAMARINDA - Hingga saat ini wabah Virus Corona atau Covid-19 masih  diwaspadai oleh seluruh manusia di dunia, tak terkecuali di Benua Etam Kaltim.

Sehubungan  adanya arahan pemerintah terkait penerapan New Normal atau kembali kepada kehidupan normal, maka banyak hal yang harus dilakukan. Misalnya terkait sarana dan prasarana penunjang dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

"Tidak mudah untuk kembali normal. Apalagi, kasus positif masih tetap ada dan vaksin virus ini juga belum ditemukan. Karena itu, banyak yang harus diperhatikan ketika masyarakat dihadapkan untuk kembali ke kehidupan normal. Jadi, pemerintah tetap mengevaluasi terlebih dulu," kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim H Andi Muhammad Ishak dalam siaran pers melalui aplikasi zoom cloud yang bersama media massa, Senin (1/6).

Apa saja yang diperhatikan, mulai pola hidup bersih yang dilakukan dari rumah hingga di tempat kerja maupun di fasilitas publik harus disiapkan. Misal, tempat cuci tangan harus ada sesuai protokol kesehatan.

Kemudian, jarak ketika di ruangan kerja maupun sekolah juga harus diperhatikan. Bahkan ketika masuk lift juga dibatasi tak seperti sebelum terjadinya wabah ini.

"Jadi, masyarakat harus bisa memahami kondisi kehidupan normal tersebut. Penggunaan  masker juga tetap dilakukan. Bahkan, hingga saat ini pantauan kami masyarakat masih belum memperhatikan protokol kesehatan, terutama ketika penggunaan masker," jelasnya.

Karena itu, Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 maupun Pemprov Kaltim terus mengimbau agar masyarakat mengikuti protokol kesehatan, sehingga kehidupan normal betul-betul bisa dilaksanakan.

Sementara mengenai kasus terkonfirmasi positif sebanyak satu kasus, sehingga kasus positif per 1 Juni 2020 sebanyak 296 orang. Sedangkan kasus sembuh per 1 Juni 2020 sebanyak 2 kasus, sehingga total kasus sembuh mencapai 175 orang dan meninggal tetap tiga kasus.

Seluruh kasus tersebut dinyatakan sembuh karena dari hasil laboratorium BBLK Surabaya dan PCR RSUD AW Sjahranie dinyatakan dua kali dengan hasil negative serta hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut menyatakan bahwa secara klinis memiliki kondisi sudah sangat baik, tidak ada gejala. (jay/ri/humasprovkaltim)

Berita Terkait