Nilai Ekspor Kaltim Mulai Merangkak Naik

SAMARINDA - Nilai ekspor Kaltim yang mengalami penurunan pada April lalu, perlahan mulai membaik. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, pada Mei 2016 nilai ekspor Kaltim sebesar 1,09 miliar USD atau mengalami peningkatan dibandingkan nilai ekspor pada April 2016 sebesar 1,04 miliar USD.

"Eskpor Kaltim mulai merangkak naik pada Mei tahun ini sebesar 4,87 persen. Peningkatan ekspor Mei 2016 disebabkan oleh naiknya ekspor migas dan non migas," kata Kepala BPS Kaltim, M Habibullah di Kantor BPS Kaltim, Selasa (12/7).

Menurutnya, ekspor migas pada Mei 2016 mencapai 312 juta USD atau meningkat 25 juta USD dibanding pada April 2016 yang mencapai 287 juta USD. Sementara ekspor non migas Mei 2016 mencapai 776 juta USD atau meningkat 25 juta USD dibanding April 2016 yang sebesar 751 juta USD. 

"Secara kumulatif nilai ekspor Kaltim Januari-Mei 2016 telah mencapai 5,46 miliar USD dengan rincian ekspor migas sebesar 1,66 miliar USD dan non migas sebesar 3,80 miliar USD," katanya.

Lebih lanjut, Habibullah menjelaskan bahwa ekspor migas Kaltim Mei 2016 menurut negara tujuan utama yakni ke Jepang, Taiwan dan Australia masing-masing sebesar 160,26 juta USD, 70,46 juta USD dan 44,00 juta USD dengan peranan ketiga negara tersebut mencapai 78,41 persen.

"Sedangkan, untuk ekspor non migas Kaltim menurut tujuannya terutama ke India, Tiongkok dan Jepang masing-masing sebesar 186,95 juta USD, 161,99 juta USD dan 89,38 juta USD dengan peranan ketiga negara tersebut mencapai 56,42 persen," jelasnya.

Sementara itu, mengenai nilai impor Kaltim pada Mei 2016 sebesar 0,31 miliar USD atau mengalami penurunan sebesar 13,14 persen dibanding impor April 2016 sebesar 0,36 miliar USD.

  "Nilai impor Kaltim terdiri atas migas dan non migas. Migas sebesar 0,25 miliar USD dan non migas sebesar 0,06 miliar. Secara kumulatif nilai impor Kaltim pada Januari-Mei 2016 sebesar 1,49 miliar USD," katanya. (rus/sul/es/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation