NKRI Harga Mati

Gubernur Awang Faroek bersama para tokoh masyarakat Balikpapan. Serukan NKRI harga mati dan Kaltim damai. (syaiful/humasprov)

BALIKPAPAN - Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati. Demikian kesepakatan penting yang lahir pada pertemuan silaturrahmi Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dengan Masyarakat Kota Balikpapan, Sabtu (8/9). “NKRI harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jika ada yang ingin membubarkannya, kita lawan,” tegas Gubernur pada pertemuan yang dihadiri antara lain para tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan dan anggota Ormas, paguyuban, wanita, pemuda dan lainnya.

Menurut Awang, selama dua periode kepemimpinannya, Kaltim sudah semakin maju. Pembangunan bergerak di seluruh kabupaten/kota. Mulai dari kota hingga pedalaman dan daerah perbatasan. Dukungan pemerintah juga tampak nyata dengan berhasil dibangunnya infrastruktur seperti jalan raya, jalan tol, jembatan, bandar udara. Juga peningkatan SDM, pengentasan kemiskinan, peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau semuanya saya paparkan, mungkin empat hari empat malam tidak selesai. Jelasnya telah terjadi perubahan nyata di Kaltim,” papar Awang disambut aplaus hadirin.

Karena itu lanjut Gubernur, masyarakat Kaltim harus bersyukur dapat menikmati hasil-hasil pembangunan tersebut. Apalagi selama ini situasi keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat juga cukup kondusif. Peristiwa-peristiwa yang hendak mengganggu dapat diatasi dengan baik, berkat kesiapsiagaam dan kewaspadaan dini masyarakat, sehingga pembangunan berjalan lancar dan masyarakat merasa aman terlindungi. 

“Masyarakat Kaltim juga harus hidup rukun dan damai,” tandasnya.

Sehubungan dengan itu, Gubernur kembali menegaskan bahwa NKRI adalah harga mati dan masyarakat Kaltim mendukungnya dan bertanggung jawab mempertahankan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara  yaitu; Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, dasar negara Pancasila, NKRI, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan pilar keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Pada kesempatan itu Awang juga menyinggung tentang Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif DPD-RI, DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 17 April 2019. 

Dia mengharapkan pemilu secara serentak itu terlaksana dengan sukses dan benar-benar merupakan ajang pesta demokrasi yang dilaksanakan secara jujur dan adil dengan menegakkan asas langsung, umum, bebas, rahasia dan bermartabat.

Untuk itu dia mengajak agar masyarakat berpolitik secara dewasa dengan terlebih dulu mengenali calon wakil-wakilnya untuk dipilih dan diputuskan sebagai calon wakil rakyat dan pasangan calon Presiden-Wakil Presiden terbaik sesuai pilihan masing-masing.

Karena pelaksanaan pemilu masih cukup lama, maka Gubernur  Awang Faroek kembali berpesan agar masyarakat tetap bersabar dan senantiasa mendukung terciptanya Kaltim yang aman dan damai. Terhindar dari tindakan oknum, kelompok tertentu ataupun anasir–anasir politik yang mengarah pada terjadinya gangguan keamanan dan disintergrasi bangsa. (ri/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait