Obyek Wisata Disarankan Menjadi Kawasan Agrowisata Terpadu

SAMARINDA – Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim H Ibrahim menyarankan setiap obyek wisata untuk mengintegrasikan dengan kegiatan lain agar lebih menarik dan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat dan pengunjung
Hal ini dikatakan Ibrahim saat berbicara pada Green Radio RRI Samarinda menyambut Hari Menanam Pohon Sedunia yang dilaksanakan di Desa Tagur Tinggi Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara, Kamis (5/12).
“Saya mendorong obyek-obyek wisata di Kaltim untuk dikelola melalui  sistem integrasi dengan sektor lain, misalnya perkebunan, kehutanan dan sub sektor hortikultura dengan menanam sayuran dan buah-buahan,” ujarnya.
Sehingga sebuah obyek wisata dapat dijadikan kawasan agrowisata yang terpadu dengan sektor lainnya. Dicontohkan, ketika pengunjung atau wisatawan lokal mengunjungi obyek wisata, mereka tidak hanya melihat pemandangan, tetapi juga dapat menikmati kegiatan lain, yakni perikanan, kebun buah, kebun sayur, hutan alam dan lain-lain.
Ini juga akan menambah dampak pariwisata tersebut langsung kepada ekonomi masyarakat sekitarnya, karena masyarakat atau petani akan terpacu untuk meningkatkan hasil produksi.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan melalui Kota Samarinda akan berupaya dalam menyiapkan perencanaan, pengadaan bibit buah-buahan, maupun penyuluhan tata cara  teknologi pertanian.
Dengan menanam sayur dan buah-buahan, ketika pengunjung obyek wisata pulang, mereka akan tertarik untuk membeli sayur, ikan dan buah langsung dari kebun petani.
“Jadi pengunjung tinggal memilih, memetik dan menimbang sendiri sayur dan buah serta ikan di kolam-kolam petani. Dengan agrowisata ini akan lebih menguntungkan daripada berdiri sendiri-sendiri,” tegasnya.
Green Radio RRI Samarinda dalam rangka memperingati Hari Menanam Sedunia tahun 2013 ini, mengambil tema Mewujudkan Kaltim Hijau melalui Gerakan Menanam Pohon.
Kegiatan itui juga ditandai dengan menanam pohon oleh  Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan H. Ibrahim, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kota Samarinda, Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Kalimantan III, Dinas Kehutanan, Lurah Lempake dan unsur Muspida lainnya.(yul/hmsprov)

////FOTO : H Ibrahim
 

Berita Terkait