OL Kunjungi Desa Terbaik Nasional Gentengkulon

Rombongan Raker Kehumasan se Kaltim 2019 berkunjung ke Desa Gentengkulon. (syaiful/humasprovkaltim)

GENTENGKULON - Setelah dari Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, rombongan Raker Kehumasan se Kaltim 2019 berkunjung ke Desa Gentengkulon.

Dipimpin Plt Kepala Biro Humas Setprov Kaltim Hj Riawati didampingi Plt Kabag Kehumasan Andik Riyanto diterima Camat Genteng Firman Sunyoto dan Kepala Desa Supandi di Ruang Pertemuan Kantor Desa Gentengkulon,Jalan Guntur Desa Gentengkulon Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi, Jumat (12/7/2019).

"Kami bersyukur bisa diterima dengan Pemerintah Banyuwangi, khususnya jajaran aparat Desa Gentengkulon yang memiliki prestasi bagus skala nasional sebagai Desa Terbaik se Indonesia 2017," kata Riawati.

Desa tersebut didukung publikasi dari Humas Pemkab. Sehingga informasi pengembangan Desa Gentengkulon menjadikannya desa percontohan di Indonesia.

Riawati mengajak peserta ke Banyuwangi karena pembangunan daerah didukung informasi publikasi berbasis Ilmu Teknologi (IT). Termasuk desa terbaiknya (Desa Gentengkulon).

Adapun prestasi Desa Gentengkulon, juara kedua video kreatif tingkat Kabupaten Banyuwangi 2019.Juara kedua Smart Kampung tingkat Kabupaten Banyuwangi 2016.

Sementara Kepala Desa Gentengkulon Supandi mengatakan desanya dikenal dengan Program Sistem Melayani Diri Sendiri (Simas Mandiri) atau Desa Smart Kampung melalui basis Informasi Teknologi (IT).

"Intinya kami bekerja iklhas, jujur dan kerja nyata. Artinya, ketika bekerja harus tuntas satu hari. Bahkan, pekerjaan jangan dibawa ke rumah. Sehingga fokus terhadap keluarga," ujar Supandi.

Dijelaskan semua pelayanan publik di Desa Gentengkulon berbasis online IT. Contohnya, pelayanan surat keterangan kelahiran atau akta kelahiran online dan surat kematian online dan surat pernyataan miskin dengn tujuan untuk pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah dan BPJS.

Gentengkulon terdiri lima dusun, yakni Dusun Krajan, Sawahan, Kopen, Maron dan Jenisari. Dengan luas wilayah 466.768 hektar yang berpenduduk 22.000 jiwa. (jay/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait