Optimalisasi ABCG Capai 2 Juta Ekor Sapi

Optimalisasi ABCG Capai 2 Juta Ekor Sapi

 

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim telah menetapkan program prioritas pembangunan peternakan Kaltim melalui pencapaian populasi 2 juta ekor sapi pada 2018. Karenanya, dituntut optimalisasi kinerja pemangku kepentingan yang terkait.

Menurut Kepala Dinas Peternakan Kaltim H Dadang Sudarya, pemerintah daerah memerlukan seluruh pihak terkait dalam upaya bersama mewujudkan program prioritas pembangunan peternakan,  utamanya mencapai swasembada daging sapi Kaltim bahkan nasional.

“Empat komponen harus bersinergi dalam mewujudkan program-programn prioritas pembangunan peternakan. Komponen itu terdiri akademik (perguruan tinggi), businessman (pengusaha/pelaku usaha), community (masyarakat/peternak) dan government (pemerintah),” kata Dadang Sudarya usai berbuka puasa bersama jajaran Disnak Kaltim, Rabu (1/7).

Dia menjelaskan peranan empat komponen itu bisa disingkat (ABCG) merupakan kunci utama yang tidak terpisahkan dalam mencapai target-target  prioritas peternakan, terutama pembangunan dan pengembangan 2 juta ekor sapi di daerah ini.

Saat ini Disnak Kaltim telah menjalin kerjasama dengan pihak perguruan tinggi, yakni  Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda dan Institut Pertanian Bogor (IPB) serta Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang.

Sementara pelaku usaha atau pengusaha di subsektor peternakan khususnya investor besar ikut melibatkan diri dalam pengembangan peternakan termasuk dukungan lahan milik perusahaan, berupa lahan eks tambang batu bara dan perkebunan sawit (integrasi sapi sawit).

Termasuk peternak,  baik kuantitas dan kualitas terus ditingkatkan melalui pemberian bantuan dan pelatihan agar lebih berkompeten dan terampil. Selain itu juga dukungan permodalan untuk pengembangan usaha melalui Kredit Ternak Sejahtera di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim.

“Sedangkan pemerintah daerah baik kabupaten dan kota juga provinsi dan pemerintah pusat hendaknya  memberikan kesempatan dan peluang usaha yang seluasnya bagi masyarakat, terlebih kebijakan-kebijakan pro rakyat,” ungkap Dadang Sudarya.

Berbuka puasa bersama dihadiri pelaku usaha, pengusaha serta petani peternak. Dalam kesempatan itu, keluarga besar Disnak Kaltim menyerahkan santunan dari hasil zakat, sadakah dan infak  Rp39,4 juta kepada 150 penerima,  terdiri atas anak yatim, kaum dhuafa dan petugas penyapu jalan serta santri Ponpes Tahfizd Qur’an.(yans/sul/es/hmsprov).

////Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyerahkan bantuan sapi kepada masyarakat peternak untuk mendukung program pengembangan 2 juta ekor sapi pada 2018.(dok/humasprov)

 

 

 

 

Berita Terkait