Optimalkan Peluang dan Potensi Investasi di Kaltim

Sinergi Pemerintah serta Dunia Usaha dan Perbankan

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan ke depan, perekonomian Kaltim akan terus meningkat. Terlebih lagi dengan ditetapkannya Kaltim sebagai salah satu Koridor Ekonomi Nasional dan terdapat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur, industri dan perdagangan yang termasuk dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011 – 2025.     
Hal itu, juga ditambah dengan ditetapkannya Kaltim bersama Riau dan Sumatera Utara berdasarkan Inpres Nomor 1 tahun 2010, sebagai klaster industriberbasis pertanian oleochemical di kawasan Maloy Kutai Timur dan bersama Jawa Timur sebagai klaster industri berbasis minyak dan gas bumi (Migas) dan kondensat di Bontang.
Selain itu, Awang Faroek menjelaskan potensi sumber daya alam (SDA) di Kaltim yang mempunyai prospek baik untuk penanaman investasi antara lain di sektor pertambangan migas dan batu bara, kehutanan, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pariwisata, pembangunan infrastruktur (jalan tol, jembatan, kelistrikan),”
“Potensi dan kondisi perekonomian di Kaltim yang semakin membaik saat ini merupakan peluang untuk dapat direbut dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh kalangan dunia usaha dan perbankan. Namun tentunya  dengan disertai oleh langkah-langkah konkrit dan dengan strategi yang tepat, karena dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN, akan terjadi persaingan yang sangat ketat,” jelas Awang Faroek beberapa waktu lalu.
Menurut dia, pemerintah daerah bersama dunia usaha dan perbankan harus bisa saling bersinergi dan bekerjasama dengan baik dalam menghadapi tatangan. Apabila tidak, maka bukan mustahil perekonomian di wilayah Kaltim tidak akan berkembang dan lambat laun akan tersisih dalam kompetiasi global.
Pemprov sendiri, ujar dia, pada prinsipnya akan senantiasa terbuka dan memberikan dukungan dan jaminan keamanan serta kenyamanan berusaha, kepastian hukum dan layanan yang sebaik-baiknya kepada setiap pelaku usaha maupun para investor, baik yang datangnya dari dalam negeri sendiri maupun dari negara luar.
“Potensi SDA dan peluang investasi yang ada di Kaltim, semuanya akan terbuka lebar bagi siapa saja (negara manapun) untuk dapat mengolah dan memanfaatkannya atas dasar saling menguntungkan dengan tujuan untuk kesejahteraan rakyat, bangsa dan negara Indonesia, tidak terkecuali negara-negara ASEAN,” ujar Awang Faroek. (her/hmsprov)

////FOTO : Pembangunan Jembatan Pulau Balang terus dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan infrastruktur Kaltim sebagai salah satu sarana untuk memperlancar transportasi yang dibutuhkan investor.(dok/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait