Optimalkan Poktan Sebagai Petugas IB

Gubernur Awang Faroek Ishak menyaksikan inseminasi buatan untuk sapi oleh para petugas lapangan. (DOK/HUMASPROV)

 

SAMARINDA – Dalam upaya percepatan  pertambahan (populasi) ternak khususnya sapi dan kerbau di Kaltim maka dilakukan program inseminasi buatan (IB) atau kawin buatan. Namun, karena keterbatasan jumlah tenaga/petugas inseminator ternak maka Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) memberdayakan peternak dan ketua kelompok tani (poktan). “Upaya percepatan populasi ternak kita melalui IB. Mengatasi keterbatasan tenaga inseminator ternak maka diberdayakan ketua poktan untuk melakukan IB,” kata Kepala Dinas Peternakan Keswan Kaltim H Dadang Sudarya.

 

Dijelaskan, setiap kecamatan terdapat petugas penyuluh, paramedis, dokter hewan dan inseminator ternak namun jumlahnya masih sedikit atau tidak seimbang dengan wilayah kerja. Sehingga diperlukan dukungan tenaga medis yang mengerti melakukan IB dan salah satu langkahnya yakni memberdayakan peternak/ketua poktan mampu melakukan IB. Termasuk melakukan evaluasi kondisi kesehatan ternak maupun kondisi di saat hamil agar tidak selalu bergantung kepada petugas lapang.

 

Selain  itu, peternak maupun ketua Poktan mengerti dan mampu melakukan pola pemeliharaan ternak yang baik juga pola pemberian pakan. “Kondisi ternak sangat ditentukan kondisi lingkungan agar tetap sehat terlebih pola pemberian pakannya, sehingga pemberian IB efektif dan memberikan hasil yang maksimal atas kehamilan ternak sapi maupun kerbau,” ungkap Dadang. Tahun ini Kaltim melalui dana APBN mendapat dukungan anggaran program Upsus Siwab untuk IB terhadap 7.050 termak baik sapi maupun kerbau. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation