Optimalkan Promosi dengan Diaroma Daerah

Anjungan Kaltim di TMII Lakukan Terobosan

Dalam upaya peningkatan citra budaya dan pariwisata serta mengoptimalkan peran dan fungsi Anjungan Kalimantan Timur di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta sebagai “Show Window”, saat ini berusaha menggiatkan kegiatan promosi seni dan budaya mencakup 10 kabupaten/kota, ditambah 5 kabupaten/kota Kalimantan Utara yang saat ini masih tergabung di Anjungan Kalimantan Timur.

Di Anjungan Kalimantan Timur terdapat beberapa bangunan yang mewakili replika kehidupan masyarakat yang merupakan gambaran dari 3 budaya adat istiadat yang dimiliki oleh masyarakat Kaltim yaitu Pesisir, Pedalaman dan Keraton. Diantaranya adalah replika rumah lamin (rumah panjang) yang merupakan tempat tinggal suku dayak jaman dahulu dan saat ini difungsikan sebagai sarana promosi dan informasi dari 15 pemerintah daerah dalam bentuk ruang pamer yang dinamakan “Diorama”.

Diorama ini berisi barang-barang seni yang menggambarkan kekhasan daerah masing-masing seperti busana adat, kerajinan tangan khas daerah, peralatan bercocok tanam dan alat musik khas daerah.

Sesuai dengan Visinya, Anjungan Kalimantan Timur TMII di Jakarta secara profesional ingin mengoptimalkan pelayanannya serta mantap dalam pelaksanaan informasi dan promosi daerah Kalimantan Timur khususnya untuk 15 daerah Kabupaten/Kota yaitu; Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Berau, Kabupaten Paser, Kabupaten Panajam Pasir Utara dan Kabupaten termuda Kabupaten Mahakam Ulu. Ditambah 5 diorama daerah Kalimantan Utara yang pengelolaannya masih di bawah Anjungan Kalimantan Timur yaitu, Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan ,Kabupaten Malinau, Kabupaten Nununkan dan Kabupaten Tana Tidung.

Untuk diorama Kabupaten Mahakam Ulu saat ini pihak Anjungan Kalimantan Timur telah mempersiapkan ruang pamer/pajang diorama untuk diisi dengan barang-barang khas daerah mewakili daerah tersebut. Hal tersebut juga menindak lanjuti surat Pj.Bupati Mahakam Ulu MS Ruslan SH M MSi yang ditujukan kepada Kepala Kantor Penghubung Kaltim di Jakarta, Nurlimansyah yang juga selaku penanggung jawab Anjungan Kalimantan Timur TMII, perihal permohonan tempat diorama.

Diharapkan ke depan Kabupaten Mahakam Ulu dapat menjadikan diorama di Anjungan Kalimantan Timur ini menjadi sarana promosi dan informasi tentang pariwisata Kabupaten Mahakam Ulu agar dapat setara dengan daerah kabupaten/kota lainnya yang ada di Kalimantan Timur.

Dukungan dan peran aktif dari Instansi yang terkait sangat diharapkan agar tercapainya program kerja promosi daerah khususnya kegiatan promosi seni dan budaya. Saat ini di bawah kepimpinanan Dra Hj Novarita MM yang juga Kasi Promosi dan Informasi, selaku pimpinan dia berusaha membawa Anjungan Kalimantan Timur lebih baik.

Sejalan dengan program kerja tahunan, Anjungan Kalimantan Timur secara rutin mengadakan pagelaran dan pentas seni budaya yang tujuannya untuk mempromosikan seni dan budaya yang dimiliki oleh masing-masing daerah Kabupaten/kota di Kalimantan Timur seperti tarian tradisional, Upacara adat, Peragaan busana khas daerah kain batik atau sarung Samarinda, pentas Mamanda, hadrah, rudat dan olahraga tradisional.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu memacu kreatifitas dari seniman daerah,para pejabat serta SKPD terkait untuk berperan aktif mendukung program kerja Anjungan Kalimantan Timur.

 Hal ini senada dengan imbauan dan arahan dari Gubernur Kalimantan Timur Dr H Awang Faroek Ishak agar Kabupaten/Kota aktif mengisi kegiatan seni dan budaya di Anjungan Kalimantan Timur. Karena itu, kegiatan promosi budaya daerah dapat didukung sepenuhnya oleh seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) yang terkait, baik dari tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam memanfaatkan Anjungan Kalimantan Timur di Taman Mini Indonesia Indah sebagai ruang promosi yang tepat.(wiena/hmsprov)

//Foto: KHAS DAERAH. Pakaian Adat Dayak di satu sudut diorama Anjungan Kaltim TMII. (dok/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait