Optimis Rp1,7 Triliun

Dok.humaskaltim

Pandemi virus corona yang tak kunjung berakhir memaksa pemerintah harus melakukan penyesuaian anggaran. Penyesuaian itu juga yang harus dilakukan jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim sehubungan dengan target-target pajak yang direncanakan sebelum Covid-19 melanda.

Penerimaan pajak dari kendaraan bermotor ini semula ditargetkan Rp2 triliun. Terdiri dari PKB Rp1 triliun dan BBNKB Rp1 triliun. Setelah anggaran direfocusing, maka perencanaan anggaran juga ikut dievaluasi. Dari target Rp2 triliun menjadi hanya Rp950 miliar.

“Tapi berbekal arahan Pak Gubernur dan dukungan semua pihak, kami optimis. Karena itu, dalam APBD perubahan, kita naikkan kembali target penerimaan menjadi Rp1,7 triliun,” kata Kepala Bapenda Kaltim Hj Ismiati saat memberi laporan kepada Gubernur Isran Noor pada peresmian Samsat  Penuh Long Ikis, Kamis (2/7/2020).

Mantan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (PPOD) Setda Provinsi Kaltim itu juga mengungkapkan, hingga pertengahan tahun ini, pencapaian realisasi dari target Rp1,7 triliun itu sudah berada pada kisaran 60 hingga 70 persen.  

Sebab itu, Ismi sapaan akrabnya, berharap  dukungan para bupati/walikota, camat, kades dan lurah untuk membantu melakukan sosialisasi pajak kendaraan bermotor ini. Dengan dukungan semua aparatur hingga tingkat desa dan kelurahan, dia yakin target akan terpenuhi.

“Jika penerimaan pajak meningkat, maka bagi hasil pajak juga akan meningkat ke kabupaten/kota. Besarnya 30 persen sesuai ketentuan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah,” seru Ismi. (sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait