Optimis Tekan Pengangguran

UPTD PPD Disnakertrans Terima Gedung Pelatihan Baru


SAMARINDA – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim H Ichwansyah yakin target pengangguran  Kaltim turun hingga 7,41 persen (sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah  Daerah/RPJMD) bisa dicapai, akhir tahun ini.  
Beberapa langkah yang akan dilakukan menuju pencapaian target tersebut diantaranya adalah optimalisasi seluruh Balai Latihan Kerja (BLK) dan penciptaan wirausahawan-wirausahawan baru.
“Hingga Agustus 2012, jumlah pengangguran di Kaltim masih sekitar 8,9 persen. Memang tidak mudah, tapi kita semua harus optimis target pengangguran turun hingga 7,41 persen sesuai RPJMD,” kata  Ichwansyah saat memberi arahan pada penyerahan pengelolaan gedung pelatihan di UPTD Pengembangan Produktifitas Daerah (PPD) Disnakertrans Kaltim, Selasa (5/3).
Pesatnya pertumbuhan penduduk   Kaltim, khususnya yang diakibatkan oleh tingginya agresi para pencari dari luar daerah  menjadi salah satu sebab, mengapa jumlah pengangguran menjadi sangat sulit ditekan.  
“Tidak semua mereka yang datang memiliki keahlian (skill). Tidak jarang mereka  datang dengan keluarga dan sanak saudara. Kaltim yang melaju pesat,  menarik minat para pendatang. Tidak ada larangan untuk itu karena daerah ini adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” jelas Ichwansyah.     
Menjawab tantangan menuju pencapaian target tersebut, Ichwansyah menjelaskan pihaknya akan mengupayakan optimalisasi BLK yang ada di sejumlah daerah, diantaranya di Balikpapan, Samarinda dan Bontang.
Paket-paket pelatihan di BLK akan terus ditingkatkan dengan basis targetnya adalah kompetensi dan keahlian yang berkorelasi dengan kebutuhan pasar kerja. Bukan hanya optimalisasi BLK, pihaknya juga akan menggenjot lahirnya  wirausaha-wirausaha baru produktif, salah satunya  dengan memaksimalkan fungsi gedung pelatihan yang Selasa kemarin diserahkan pengelolaannya kepada UPTD PPD Disnakertrans Kaltim.
“Sinergi antarbidang dan instansi teknis terkait juga harus dioptimalkan. Program kewirausahaan dan pemagangan harus ditingkatkan dengan kegiatan pembinaan yang terarah dan terukur agar perkembangan kewirausahaan benar-benar memberi dampak positif terhadap upaya menekan jumlah pengangguran,” beber Ichwansyah.
Kepala UPTD PPD Disnakertrans Kaltim, Hj Hetty menjelaskan gedung pelatihan yang pengelolaannya baru diserahkan itu kemungkinan akan melakukan paket-paket pelatihan kewirausahaan dan produktifitas pada pertengahan tahun ini setelah seluruh fasilitas dan mebeler  gedung ini dilengkapi.
“Paket pelatihan produktifitas dan kewirausahaan untuk masyarakat kemungkinan baru akan kami lakukan sekitar awal Juni nanti, setelah semuanya lengkap,” ungkap Hetty.
Tahun ini, UPTD PPD akan melaksanakan sejumlah paket pelatihan yang dananya bersumber dari APBD Kaltim dan juga APBN. Gedung pelatihan ini  memiliki 4 ruang kelas dengan kapasitas  masing-masing maksimal 25 orang.
“Mudah-mudahan akan lebih banyak masyarakat yang bisa kita latih, lebih produktif dan lebih sejahtera,” pungkas Hetty. (sul/hmsprov)

///Foto : Kepala Disnakertrans Kaltim H Ichwansyah menyerahkan potongan tumpeng kepada Kepala UPTD PPD Disnakertrans Kaltim, Hj Hetty saat penyerahan pengelolaan gedung pelatihan baru di UPTD PPD.(samsul/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait