P1 Pelatih KJS dan Pelopor KJR

YJI Kaltim Gelar Pelatihan Pendidikan

SAMARINDA – Penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) merupakan salah satu penyebab kematian nomor satu di Indonesia bahkan di dunia. Meskipun tidak menular, namun penyakit ini memiliki dampak langsung terhadap penderitanya, yakni kematian.

Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Kaltim Aji Juwita Kirana mengatakan guna meminimalisir dampak negatif dari akibat penyakit jantung, maka perlu dilakukan pencegahan sejak dini di lingkungan masyarakat. Salah satu program yang dilakukan oleh YJI Cabang Utama Kaltim, yaitu dengan melaksanakan Pendidikan P1 Pelatih Klub Jantung Sehat (KJS) dan Pelopor Klub Jantung Remaja (KJR) Kaltim dan Kaltara.

Pendidikan dan pelatihan tersebut digelar selama tiga hari, yakni 22-24 Agustus 2014 di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Samarinda, dengan jumlah peserta sekitar 100 orang dari kabupaten/kota se-Kaltim dan Kaltara, yang terbagi atas 50 orang dari KJS dan 50 orang dari KJR.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, para pelatih yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya dengan turut berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama untuk lebih mengenal faktor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah yang saat ini bisa menimpa usia muda,” katanya.

Ditambahkan, guna mencegah berkembangnya penyakit jantung, YJI Cabang Utama Kaltim juga terus memberdayakan KJS sebagai penyuluh spontan di lingkungan masyarakat. Terutama dalam menyosialisasikan pola hidup sehat kepada masyarakat, yakni dengan cara mengurangi konsumsi alkohol, menambah aktivitas olahraga, mengurangi konsumsi garam, berhenti merokok, mengawasi tekanan darah secara berkala, serta mengurangi konsumsi gula agar terhindar dari penyakit gula dan obesitas.

“Kita akan terus memberdayakan KJS yang dibantu dengan KJR untuk kalangan remaja, guna mencegah dan menurunkan jumlah penderita penyakit jantung di Kaltim. sehingga terwujud Kaltim yang sehat dan sejahtera, yang bebas dari penyakit,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II YJI Pusat Yuliantoronto mengatakan pola sistem pendidikan P1 bagi pelatih KJS dan pelopor KJR guna meraih sertifikat sebagai pelatih dan pelopor untuk kemudian mendapatkan kartu ijin melatih dari YJI, dimana akan menjadi yang terakhir dilakukan pada 2014.

“Pada 2015 sudah menggunakan sistem SKS (satuan kredit semester) atau sama dengan sistem perkuliahan. Jadi kedepan tidak mudah untuk mendapatkan sertifikat dan kartu ijin melatih agar dapat memberikan pelatihan di KJS,” katanya.

Yuliantoronto berharap dari Kaltim ada 2 hingga 3 orang yang mendapatkan sertifikat P2 yang bisa mengajar dan mendidik seorang pelatih. Sehingga perkembangan KJS dan KJR di Kaltim semakin terpacu dengan baik. Kepada kalangan remaja, ia juga berpesan agar mampu menjadi agen perubahan sikap dan pola hidup dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. (her/sul/hmsprov)

//Foto: Kegiatan Pelatihan Pendidikan P1 Pelatih KJS dan Pelopor KJR. (heru/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait