Pacu Peningkatan Perekonomian Kabupaten/Kota

-Kawasan Industri dan Jalan Tol Saling Terintegrasi

 

SAMARINDA–Dalam rangka kepentingan kegiatan strategis seperti pembangunan sarana infrastruktur di bidang perhubungan (pembangunan jalan tol, jembatan dan lainnya), maupun pada bidang pertambangan dan perkebunan berkaitan dengan Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan, pemerintah daerah sering mengalami hambatan mengingat banyak daerah yang sebagian besar wilayahnya memiliki kawasan lindung.

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan Kaltim adalah salah satu provinsi yang sedang giat membangun. Dalam menghubungkan jalur-jalur transportasi dan jalur-jalur ekonomi tertentu dalam rangka memberikan kemudahan investasi, meningkatkan pembangunan perekonomian dan untuk kesejahteraan masyarakat di daerah, ada beberapa kegiatan yang melintasi kawasan lindung.

“Disini diperlukan penguatan peran pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pengelolaan di kawasan sumber daya alam (SDA) seperti halnya untuk pembangunan di sektor kehutanan, perkebunan, pertambangan dan lainnya yang ada di daerah,” ujar Awang Faroek.

Selain itu, menurut Awang Faroek, pembangunan di bidang perhubungan yang dilakukan adalah dalam rangka percepatan konektivitas antar daerah yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan perekonomian masyarakat. Seperti pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda yang kedepan akan dilanjutkan menjadi Samarinda-Bontang-Sangatta-Maloy.

Seperti diketahui, kabupaten/kota yang dilintasi oleh jalan tol tersebut merupakan daerah yang sedang dikembangkan menjadi kawasan industri terintegrasi. Yaitu Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan, Kawasan Industri Jasa dan Perdagangan di Samarinda, Kawasan Industri berbasis migas dan kondensat di Bontang, Kawasan Industri berbasis pertanian dan oleochemical di Maloy Kutai Timur dan Kawasan Industri Pariwisata di Berau.

“Dengan adanya jalan tol yang terkoneksi antar kabupaten/kota, maka akan mempermudah distribusi arus barang dan jasa antar wilayah. Selain itu, pusat-pusat kawasan industri yang dibangun juga dapat menimbulkan multiplier effect bagi masyarakat dan dapat memacu peningkatan perekonomian daerah-daerah di sekitarnya,” jelasnya.

Untuk itu, dalam melaksanakan pembangunan Pemprov memerlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan baik di daerah maupun pusat. Selain itu, Pemprov bersama dengan kabupaten/kota juga dinilai perlu memantapkan koordinasi secara berkesinambungan, khususnya dalam hal kepastian penyediaan lahan di daerah. (her/hmsprov)

///FOTO : Gubernur Awang Faroek mendapat penjelasan staf Dinas Pekerjaan Umum terkait progres pembangunan jalan tol Balikpapan - Samarinda. Jalan tol akan membuat waktu tempuh Balikpapan - Samarinda hanya satu jam saja. Sayang, pembangunannya sempat terkendala karena melintasi kawasan hutan lindung Bukit Soeharto.(dok/humasprov kaltim)

Berita Terkait