Pacu Peningkatan Produktivitas Padi Ladang

SAMARINDA - Produktivitas padi ladang terus ditingkatkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal. Selama ini produktivitas padi ladang umumnya hanya mencukupi  kebutuhan keluarga petani saja selama satu tahun. Ini membuat pamor padi ladang tidak setenar padi sawah yang produktivitasnya melimpah karena dapat dipanen dua kali hingga tiga kali setahun.
"Produksi padi ladang memang rendah karena tidak menggunakan prinsip-prinsip pertanian yang baik seperti pemeliharaan, pemupukan, dan lain-lain. Sementara produksi padi sawah dirawat secara intensif," kata Kepala Dinas Petanian Tanaman Pangan Kaltim, H. Ibrahim di ruang kerjanya, Jumat (24/5).
Dijelaskannya, menurut data tahun 2011 lahan pertanian padi yang tersedia di Kaltim seluas 137.876 hektare (ha). Sementara luas lahan padi ladang seluas 50 hingga 60 ribu ha dengan produksi 2,5 hingga 3 ton per hectare. Jika lahan untuk padi sawah sering berubah fungsi ke sektor lainnya, berbeda dengan lahan padi ladang yang cenderung tetap setiap tahunnya.
Potensi padi ladang sebenarnya memiliki pasar yang sangat terbuka,  apalagi  setiap kabupaten dan kota di Kaltim memiliki produksi padi ladang dengan varietas yang berbeda dengan padi sawah, contohnya beras mayas yang memiliki tekstrur, bentuk dan rasa yang berbeda dengan beras-beras padi sawah lainnya.
Kebiasaan masyarakat, penanaman padi ladang dimulai ketika warga membuka ladang dan membakarnya. Pupuk dari sisa pembakaran inilah yang menopang nutrisi batang-batang padi ladang selama hidupnya hingga berbuah. Tidak ada pemeliharaan dan pemupukan kacuali mengusir hama burung dan sejenisnya untuk mengurangi berkurangnya jumlah produksi.
"Kini kita terus berupaya membina para petani untuk dapat menanami ladang mereka dengan padi sehingga produktifitas dan luasan lahan padi ladang akan terus meningkat,"  ujarnya. (yul/hmsprov).
 

Berita Terkait
Government Public Relation