Pacu Percepatan Dua Juta Sapi Kaltim Disnak Galakkan Program SIWAB



SAMARINDA – Berbagai upaya dilakukan pemerintah bersama pemangku kepentingan guna percepatan pencapaian populasi dua juta sapi Kaltim. Diantaranya, saat ini coba dikembangkan program sapi indukan wajib bunting (SIWAB) yang diharapkan mampu memacu percepatan pertambahan ternak sapi di Kaltim.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Peternakan Kaltim H Dadang Sudarya pada Rembuk Peternakan Kaltim 2016 di kawasan Kelompok Tani Lubuk Makmur Desa Lubuk Sawah Kecamatan Sungai Pinang Samarinda, Kamis (6/10).

Menurut dia, sapi betina merupakan mesin produksi yang produktif untuk menghasilkan anak melalui perkawinan secara alami maupun inseminasi buatan (IB).

“SIWAB merupakan program pemerintah pusat namun kita di daerah harus terus menggalakkan program nasional ini, sehingga memacu percepatan pencapaian populasi dua juta sapi Kaltim,” katanya.

Dadang menyebutkan populasi sapi Kaltim hingga saat ini masih dikisaran 150.000 ekor ditambah sapi indukan impor dari Australia pada 2015 lalu sekitar 1.926 ekor.

Khusus sapi indukan impor Australia jenis Brahman Cross sebanyak 1.926 ekor di Kaltim telah disebarkan pada dua daerah yakni Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara.

Masing-masing untuk  Penajam Paser Utara sebanyak 701 ekor telah melahirkan anak sekitar 481 ekor sedangkan Paser mencapai 1.225 ekor telah melahir 728 anak.

“Itu salah satu contoh upaya kita dalam memacu pertambahan ternak sapi dari indukan impor. Demikian halnya sapi Bali yang sudah sejak lama dikembangkan melalui kegiatan sinkronisasi berahi maupun IB,” jelas Dadang.

Selain itu, pemerintah mendorong pengembangan ternak sapi melalui pemanfaatan lahan perkebunan kelapa sawit melalui program integrasi sapi sawit.

“Kaltim merupakan salah satu provinsi yang dipilih Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Pertanian untuk pengembangan program integrasi sapi sawit. Karena kita memiliki lahan perkebunan yang cukup luas selain Sumatera,” ungkapnya.

Dia menambahkan program pengadaan 30.000 sapi indukan Brahman Cross dari Kementan telah mengalokasikan 10.000 ekor untuk Kaltim yang sudah didistribusikan sekitar 1.926 ekor pada 2015 guna mendukung program integrasi sapi sawit.(yans/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation