PAD Kaltim Diharap Kembali Meningkat Turun Cuma karena Corona

Dok.humaskaltim

SAMARINDA - Wabah virus Corona atau Covid-19 di Benua Etam Kaltim  berdampak pada  peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), khususnya yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor (PKB).

Kepala Bapenda Kaltim Hj Ismiati menegaskan PAD Kaltim turun saat ini bukan karena perekonomian maupun produksi sumber daya alam (SDA) sehingga penerimaan pajak menurun, tapi, akibat dari dampak virus Corona.

"Ini hanya kondisi wabah Corona saja menurun. Dulu, sebelum Corona ada. Trend daya beli masyarakat bagus, ekonomi masyarakat bagus. Kita tidak pernah mengalami masalah. Tapi, karena corona, kondisi perekonomian pun menurun dan berdampak juga terhadap peningkatan PAD maupun APBD kita," kata Ismiati melalui pesan WhastApp kepada Tim Berita Biro Humas Setprov Kaltim, Kamis (28/5).

Dengan kondisi pandemi saat ini, maka, Bapenda mencoba melakukan penyesuaian bagaimana menekan PAD dan mendukung APBD Provinsi agar tetap terkendali. Terkhusus dalam penerimaan pajak kendaraan bermotor maupun penerimaan daerah lainnya. Mulai dari produksi minyak dan gas maupun batu bara serta sektor-sektor lainnya yang mampu mendukung peningkatan penerimaan daerah.

Menurut Ismiati, kondisi saat ini bukan hanya dialami  Provinsi Kaltim saja tetapi Provinsi lainnya juga demikian. 

"Bahkan, Pemerintah Pusat juga telah menerbitkan Perpu Nomor 1/2020. Kemudian diterbitkan lagi Surat Edaran Bersama antara Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan RI bahwa diminta daerah melalukan penyesuaian pendapatan daerah. Khususnya anggaran belanja difokuskan kepada penanganan Covid-19 secara nasional. Jadi, PAD maupun APBD turun bukan karena menurun penerimaan daerah kita, tetapi dampak dari Corona. Pelayanan di kantor kita tutup dan melakukan Physical Distancing," ungkapnya.

Diketahui, sejak Januari hingga Per Mei 2020 PAD melalui PKB hanya mencapai Rp206 miliar. Padahal, jika tahun sebelumnya pada saat waktu yang sama kondisi PAD melalui PKB seharusnya bisa menembus Rp400 miliar, bahkan Juni seharusnya mampu mencapai Rp500 miliar.

"Kita berharap Virus Corona segera berakhir. Sehingga perekonomian juga kembali stabil atau normal," jelasnya.(jay/ri/humasprovkaltim)

Berita Terkait