Pagar BSB Pakai APBN

Gubernur Awang Faroek Ishak saat meninjau pembangunan BSB, beberapa waktu lalu. (dok humasprov Kaltim)

 

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Perhubungan terus melakukan percepatan penyelesaian pembangunan Bandara Samarinda Baru yang resmi berganti nama menjadi Bandara Internasional Aji Pangeran Temenggung (APT) Pranoto Samarinda.

 

Hal tersebut dijelaskan Kepala Dinas Perhubungan Kaltim H Salman Lumoindong  pada Jumat (16/6)  di VVIP Komplek Pendopo Lamin Etam Kantor Gubernur Kaltim. “Pembangunan bandara APT Pranoto saat ini sudah on progress,” katanya.

 

Kegiatan pembangunan yang dilakukan diantaranya, saat ini telah dilakukan kegiatan pemagaran untuk pengamanan bandara bagian luar. Pemagaran bandara sudah dilakukan kontrak melalui alokasi dana APBD tahun 2017 untuk pemagaran bagian luar bandara.

 

Sementara pagar bagian dalam bandara sudah disepakati didukung dan dilakukan sepenuhnya dengan APBN Kementerian Perhubungan pada 2018. Untuk mengawali kegiatan APBN telah dialokasikan anggaran yang sudah disampaikan persetujuannya dikucurkan sebesar Rp70 miliar.

 

Selain itu, pengaspalan runway (landasan pacu) bandara yang diperkirakan sudah mencapai 1.150 meter dari target 1.500 meter. Kendala yang dihadapi karena masih konsolidasi tanah yang harus melalui kajian teknis lebih mendalam agar tidak terjadi permasalahan setelah dilakukan pemindahan bandara.

 

Sedangkan pemindahan kegiatan operasional dari Bandara Temindung Samarinda ke Bandara APT Pranoto masih dalam koordinasi dengan pihak kementerian. “Hingga saat ini kami terus berkoordinasi dengan pihak kementerian untuk pemindahan operasional bandara dari Temindung ke APT Pranoto,” ungkap Salman.

 

Dia menambahkan target yang diinginkan Gubernur Awang Faroek Ishak akhir 2017 ini Bandara APT Pranoto sudah beroperasi bersamaan dengan Bandara Maratua Kabupaten Berau. “Direncanakan peresmian kedua bandara tersebut dilakukan langsung Presiden Joko Widodo,” ujarnya. (yans/sul/es/humasprov)    

Berita Terkait