Kalimantan Timur
Paguyuban Etnis Jangan Berpolitik Praktis


 

SAMARINDA – Mencegah terjadinya konflik sosial dan pertikaian antarmasyarakat bernuansa SARA (suku, agama, ras dan antar golongan) hendaknya paguyuban etnis tidak ikut terlibat berpolitik.

Imbauan itu disampaikan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak pada Apel Gabungan Aparat Pemerintah, TNI dan Polri se-Kaltim di Convention Hall Samarinda, Jumat (28/10).

Menurut dia, Kaltim ini sama seperti Indonesia mini sebab berbagai suku bangsa ada serta semua agama dan semua golongan ada.

“Saya mengimbau kepada banyak organisasi ataupun paguyuban-paguyuban etnis agar jangan terlibat dalam masalah politik,” tegasnya.

Sebaiknya ujar Awang, paguyuan-paguyuban etnis cukuplah bergerak dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan jangan masuk ke wilayah politik.

Hal ini penting dipahami seluruh organisasi kemasyarakatan maupun paguyuban etnis di Kaltim karena dikhawatirkan dapat memicu SARA. 

“Konflik sosial yang mengarah pada SARA merupakan hal yang tidak kita inginkan karena menggangu stabilitas daerah serta keamanan dan ketertiban masyarakat Kaltim,” ujarnya.

Terlebih lagi lanjutnya, Kaltim harus mempersiapkan diri dalam pelaksanaan pesta demokrasi serentak yang telah diagendakan pemerintah pusat.

Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak diharapkan sukses terselenggara dan tidak terkendala akibat konflik masyarakat. 

“Saya minta para bupati dan walikota melakukan langkah-langkah antisipasi bersama jajaran TNI dan Polri guna menghadapi pilkada serentak. Kita tidak ingin permasalahan di daerah lain berpengaruh terhadap stabilitas kamtibmas di Kaltim,” harap Awang.

Gubernur mengemukakan pada 2017 tidak ada Pilkada serentak di Kaltim tetapi sudah ada tahapan-tahapan penyelenggaraan karena pada 2018 akan ada pilkada serentak.

“Pada 2018 akan ada pilkada serentak di Kaltim yakni pemilihan Gubernur Kaltim dan Bupati Penajam Paser Utara. Namun, akhir 2017 sudah ada tahapan-tahapan yang dilakukan dan kita masih menunggu ketetapan Mendagri,” ungkap Awang Faroek.

Gubernur berharap agar kondisi Kaltim yang sudah kondusif ini tetap terjaga dan terpelihara. Salah satunya, pencegahan dini dengan mengimbau paguyuban etnis tidak ikut berpolitik, sehingga tidak terjadi konflik SARA. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait
LENSA KALTIM MAJU 2018
LENSA KALTIM MAJU 2018

13 Desember 2014 Jam 00:00:00
Sosial

Gubernur Minta Evaluasi
Gubernur Minta Evaluasi

29 Juni 2013 Jam 00:00:00
Sosial

Amelia Faroek : Budayakan Solidaritas
Amelia Faroek : Budayakan Solidaritas

24 Juni 2013 Jam 00:00:00
Sosial

Kaltim Terima BLSM Rp88,6 Miliar
Kaltim Terima BLSM Rp88,6 Miliar

12 Agustus 2013 Jam 00:00:00
Sosial

Gubernur Serahkan Hibah Kendaraan
Gubernur Serahkan Hibah Kendaraan

07 Januari 2019 Jam 18:29:36
Sosial

Government Public Relation