Panen Raya Ikan Bawal Bintang di Bontang

Gubernur Bangga Nelayan Bontang Sukses Kembangkan KJA

BONTANG–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta agar budidaya perikanan terus dikembangkan diseluruh kabupaten/kota di Kaltim, khususnya dengan mengoptimalkan potensi laut, sungai dan kolam eks tambang melalui metode keramba jaring apung (KJA). Metode ini, ujar dia, sangat potensial dikembangkan di Kaltim dengan hasil yang sangat bagus.

Menurut Awang Faroek, Pemprov melalui Dinas Kelautan dan Perikanan akan terus berupaya membantu masyarakat untuk mengembangkan sektor perikanan baik budidaya ikan laut maupun ikan air tawar. Salah satu daerah yang didorong untuk menjadi sentra pengembangan KJA adalah di Bontang, karena memiliki potensi perikanan laut yang cukup baik.

"Bantuan KJA ini kita berikan sekitar dua tahun lalu dan ini merupakan bagian dari 500.000 keramba yang sudah dicanangkan pada 2010 lalu. Dan sekarang masyarakat berhasil mengembangkannya dengan ikan laut komoditi ekspor, seperti kerapu tikus, kerapu macan, bawal bintang dan lainnya. Jika seluruh nelayan mampu mengembangkan budidaya ikan dengan komoditi ekspor ini, maka pasti kesejahteraan nelayan akan semakin meningkat," ujar Awang Faroek usai panen raya ikan bawal bintang keramba jaring apung di Bontang, Kamis (26/6).

Awang Faroek menjelaskan saat ini salah satu jenis ikan yang dikembangkan pada KJA di Bontang adalah bawal bintang, yang sangat diminati oleh pasar luar negeri. Negara-negara seperti Singapura, Taiwan, Hongkong dan Cina merupakan pasar tertinggi konsumsi jenis ikan tersebut.

“Bawal bintang sudah ramai dikembangkan di setiap provinsi, termasuk di Kaltim. Jadi nelayan tidak usah ragu, berapapun besarnya produksi, sudah ada pasar yang siap menerima hasil produksi tersebut. Pemerintah daerah akan terus mendukungnya,” jelasnya.

Selain terus mendorong pengembangan budidaya ikan di Kaltim, pemprov melalui Dinas Kelautan dan Perikanan juga terus menyosialisasikan gerakan gemar mengkonsumsi ikan di kalangan masyarakat. Bahkan tingkat konsumsi ikan di Kaltim sudah diatas rata-rata nasional, yakni sekitar 58 kilogram/orang/tahun.

“Kita tiru orang Jepang, sebagai negara dengan konsumsi ikan terbanyak di dunia. Orangnya cerdas dan pintar. Kita ingin Kaltim menjadi terbaik di tingkat nasional di segala sektor, karena kita memang memiliki semua sumber daya, baik alam maupun manusianya. Tinggal bagaimana kita mengelola SDA dan meningkatkan kualitas SDM,” tegasnya.

Awang Faroek berpesan kepada jajaran Pemkot Bontang agar terus mendukung penuh masyarakatnya, khususnya para nelayan dalam mengembangkan potensi kelautan yang ada di wilayahnya. Selain itu, kepada jajaran Polri dan TNI Angkatan Laut hendaknya dapat terus membantu pemerintah dan nelayan untuk menjaga keamanan dan ketertiban diwilayah laut, terutama dari nelayan yang menangkap ikan menggunakan pukat dan bom.

“Itu bisa menggangu perkembangan populasi ikan diwilayah kita. Perlu koordinasi dan komunikasi dari jajaran pemerintah daerah, TNI AL dan Polri termasuk nelayan dalam menjaga dan mengamankan wilayah laut, khususnya potensi perikanan kita,” pesannya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun, Walikota Bontang Adi Darma, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setprov Kaltim HM Sa’bani, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Iwan Mulyana, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Ibrahim dan jajaran pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kaltim. (her/hmsprov)

Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak nampak sangat gembira saat melakukan panen Ikan Bawal Bintang di kawasan Bontang Kuala. Potensi perikanan Kaltim ternyata masih sangat besar. (heru/humasprov)

 

Berita Terkait