Pangdam Siapkan 1.900 Anggota

Persiapan Pengamanan Pilpres 2014

SAMARINDA – Menjelang penyelenggaraan akbar pesta demokrasi di Indonesia khusus pengamanan pemilihan presiden (Pilpres) di daerah untuk wilayah komando daerah militer (Kodam) VI Mulawarman sudah menyiapkan pasukan dengan kekuatan 1.900 personel.

Kesiapan tersebut ditegaskan Panglima Kodam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman. Menurut dia, personel yang diturunkan itu hanya bersifat cadangan atau memback up pengamanan yang dilakukan Polri (Polda Kaltim).

Pangdam mengungkapkan dukungan yang dilakukan jajaran Kodam melalui komando resort militer (Korem)  sejak penditribusian logistic Pemilu. “Saya antisipasi masalah pendistribusian logistik pemilu agar sampai ke daerah dan tidak terjadi kendala,” ujarnya.

Walaupun ujar Dicky, dalam pendistribusian logistic pemilu sudah ada petugas yang menanganinya. Namun apabila terjadi permasalahan atau kendala di pengangkutan yang mengakibatkan keterlambatan maka pihak Kodam segera membantu.

Sebab lanjutnya, bagaimana pelaksanaan Pilpres bisa sukses kalau pendistribusian logistic terjadi permasalahan. Sehingga, jajaran Kodam sudah dipersiapkan untuk memberikan dukungan pendistribusian logistic pemilu hingga ke daerah yang sulit dijangkau transportasi.

Karena Kaltim termasuk kaltara dengan luasan wilayahnya memiliki banyak kawasan pedalaman, daerah terpencil juga perbatasan yang sulit dijangkau alat transportasi. “Sejak jauh hari saya perintahkan Danrem observ (pantau) terus mana yang dapat diback up,” beber Dicky.

Sementara itu, dalam mendukung pengamanan sebelum, saat pelaksanaan hingga setelah pilpres pihaknya telah menyiapkan 1.900 personel yang tersebar di beberapa wilayah khususnya kawasan yang terindikasi rawan terjadi konflik.

Dicky mengakui saat ini personel sudah disiapkan dan sewaktu-waktu diperlukan maka pasukan segera bergerak. “Gelar pasukan akan dilaksanakan H-3 dan sudah melekat. Sewaktu-waktu rakyat atau Gubernur teriak maka kita gerak cepat mengamankan kondisi,” jelasnya.

Selain itu, Pangdam meyakinkan pihaknya tetap menjunjung tinggi sikap netralitas dalam pelaksanaan pilpres. “Netral itu susah tetapi rakyat tidak perlu ragu. Kami tetap berada diposisi yang seharusnya. Terpenting jangan sampai bangsa ini terpecah belah,” harap Dicky.

Dirinya juga menambahkan Kaltim dan Kaltara ini sudah terkenal dengan kondisi aman dan damai dibandingkan daerah lain. “Karenanya, kondusifitas ini harus tetap terjaga dan terpelihara. Mari kita bantu Gubernur membangun daerah ini,” ajaknya.(yans/hmsprov)

///Foto: Pangdam Dicky Wainal Usman bersama Gubernur Awang Faroek Ishak.(dok humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation