Pariwisata Alternatif Penggerak Ekonomi Kaltim

-Gubernur hadiri pembukaan EIFAF 2014

 

TENGGARONG-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menilai kegiatan Erau Adat Kutai yang dirangkai dengan  International Folk Art Festival merupakan langkah maju dalam meningkatkan pariwisata Kutai Kartanegara. 

Sektor pariwisata ke depan, diharapkan menjadi salah satu alternatif peningkatan ekonomi Kaltim, menggantikan ekonomi yang saat ini masih berbasis minyak dan gas (migas) dan batu bara.
            “Kegiatan Erau adalah peristiwa sakral dan momentum kebangkitan dan kejayaan  pariwisata Kutai Kartanegara, sekaligus menyukseskan tahun kunjungan wisata Kaltim 2014,” sebut Awang saat pembukaan Erau and International Folk Art Festival (EIFAF) 2014 di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Minggu (15/6).

Dijelaskan, sektor pariwisata dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kaltim menjadi salah satu prioritas. Sektor tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, Kaltim tengah melakukan transformasi dari perekonomian yang berbasis sumber daya alam yakni migas dan batu bara, menuju pengembangan pertanian dalam arti luas serta sektor lain termasuk pariwisata. 

“Walaupun migas dan batu bara memberikan kontribusi pada pembentukan PDRB kita yang lebih dari 53 persen,  namun hanya mampu menyerap 7,6 persen tenaga kerja di Kaltim,” jelas gubernur.

Sebaliknya, sektor pertanian baik perkebunan dan perikanan menurut Awang,  walaupun kecil dalam pembentukan PDRB Kaltim,  justru mampu membuka lapangan pekerjaan sebesar 48 persen.

Pemprov Kaltim saat ini tengah melakukan pembenahan terhadap semua infrastruktur yang dapat membangkitkan potensi  pariwisata di Kaltim, baik peningkatan jalan, pembangun jembatan, pelabuhan serta bandar udara. Terlebih, Kutai Kartanegara  merupakan salah satu tujuan pariwisata unggulan di Kaltim.

“Melalui EIFAF tahun ini, mari kita tumbuh kembangkan semua potensi wisata kita, sehingga ekonomi kerakyatan dapat bergerak melalui sektor pariwisata,” kata Awang.

EIFAF 2014 dibuka Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen PAN-RB) Eko Prasojo yang datang bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Samsul Maarif yang dalam Erau tahun ini mendapat anugerah gelar Pangeran Merto Negoro dari Kesultanan Kutai Kertanegara. 

Eko prasojo mengatakan, event budaya dan pariwisata dapat dimanfaatkan untuk membangun reputasi daerah yang pada akhirnya dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan. Reputasi serta public trust itu, menjadi salah satu indikator dalam meningkatkan sektor pariwisata. Kecepatan meraih kepercayaan di bidang pariwisata  memerlukan peningkatan kinerja dan profesionalisme aparatur di sektor-sektor terkait yang menyokong pariwisata.

Mulai dari infrastruktur, kemampuan memetakan kekuatan pariwisata, pelayanan perijinan, kuliner sampai industri kerajinan khas,” tutur Eko.

Menurutnya, pelayanan  publik yang baik dalam bidang pariwisata menjadi kunci bagi upaya peningkatan industri pariwisata. Semakin baik layanan publik suatu daerah akan semakin membuka kesempatan yang lebar terhadap berkembangnya pariwisata di suatu daerah.

“Ego sektor harus dihilangkan, karena sektor pariwisata melibatkan semua sektor terkait. Karena itu kerjasama antar sektor sangat diperlukan,” kata Eko.

Upacara pembukaan EIFAF 2014 berlangsung meriah. Ribuan masyarakat kota Tenggarong memadati stadion Rondong Demang, tempat berlangsunya acara. Mereka terlihat sangat antusias menyaksikan penampilan tim kesenian, tidak hanya dari Kutai Kartanegara tetapi dari 12 negara yang mengikuti festival, di antaranya dari Rusia, Itali, Belanda, Hungaria, Filipina, Korea Selatan hingga Mesir. (gie/sul/adv)

////Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak memotong pita sebagai tanda dibukanya pameran di arena EIFAF 2014 di Tenggarong. (johan/humasprov)

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation