Pasca Observasi di Natuna, Isran : Alhamdulillah Semua Sehat

Gubernur Kalimantan Timur Dr. Ir. H. Isran Noor Bersama Mahaiswa Kaltim di China yang baru tiba di Jakarta

"Semoga Kaltim dijauhkan dari virus korona, meski demikian kita harus selalu hidup sehat," (Isran Noor)

 

Novel coronavirus (2019-nCoV) atau dikenal corona virus sejak akhir 2019 menjadi permasalahan bagi dunia. Dari  Provinsi Hubei, China, virus ini menyebar sangat cepat ke beberapa negara di dunia. Berdasarkan data dari Johns Hopkins CSSE per Jumat, 14 Februari 2020, pukul 14:56 Wita, jumlah kasus infeksi mencapai 64.437, sedangkan korban meninggal adalah 1.383 orang.

Indonesia mengambil langkah cepat mengantisipasi penyebaran virus corona ini. Sejak menyebarnya wabah ini, Pemerintah Indonesia telah mendata warga negara Indonesia (WNI) yang ada di China, khususnya di Provinsi Hubei. Sebanyak 238 WNI berhasil dievakuasi dari Kota Wuhan pada awal Februari 2020.

Mereka tidak langsung kembali ke daerah masing-masing. Sesuai ketentuan protokol World Health Organization (WHO), mereka harus diobservasi terlebih selama 14 hari

guna memastikan tidak satu pun terpapar virus corona. Lanud Raden Sadjad di Natuna, Kepulauan Riau adalah lokasi yang dipilih untuk observasi.

Lebih rinci, 238 WNI tersebut berasal dari 30 provinsi di Indonesia, termasuk 14 orang merupakan warga Kaltim.

Baca Juga : Tiba di Jakarta, Gubernur Sebut 14 Pelajar Kaltim Sehat

Pemprov Kaltim melalui dinas terkait terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk 14 warganya yang diobservasi di Natuna. Pemprov juga terus melakukan monitoring  dan melakukan langkah-langkah sesuai arahan dari pemerintah pusat.

Perkembangan terakhir setelah menjalani 14 hari masa observasi di Natuna, 14 warga Kalimantan Timur dinyatakan tidak terinfeksi virus corona. Dalam artian mereka sehat. Dan segera dipulangkan ke Jakarta dari Natuna. Untuk kemudian dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.

Dalam rilis Pemprov Kaltim terkait perkembangan situasi di Natuna, khususnya 14 warga Kaltim, Kepala Biro Humas Setda Prov Kaltim HM Syafranuddin mengungkapkan Pemprov Kaltim terus memonitor kondisi semua warga Kaltim yang dikarantina di Natuna. Kondisinya dalam keadaan sehat, dari awal sejak datang pada awal Februari, sampai selesai masa inkubasi selama 14 hari. Dan sudah dinyatakan tidak terinfeksi virus corona.

“Alhamdulillah saudara-saudara kita yang di Natuna tidak terpapar virus corona, artinya mereka sehat. Untuk masyarakat tidak terlalu mengkhawatirkan dan berpikir macam-macam. Artinya karantina itu bukan berarti mereka terkena, cuma untuk melihat kondisi benar tidak mereka terpapar. Jadi mereka sehat-sehat,” ungkap Ivan, sapaan akrab Syafranuddin, Jumat, 14 Februari 2020.

Baca Juga : Maret, Gubernur Prediksi nCov Sudah Reda

Juru bicara gubernur ini mengimbau agar jangan sampai ada penilaian negatif dari masyarakat bahwa mereka yang berada di Natuna itu terkena virus corona. Masyarakat juga diimbau agar dapat menerima informasi secara utuh terkait hal ini dan tidak langsung percaya dengan berita-berita hoaks.

“Sekarang ini hasilnya kan mereka semua sehat. Sehingga bisa kembali lagi ke Kaltim. Jangan sampai itu menjadi persoalan, terima dengan apa adanya. Jangan sampai ada berita-berita hoaks beredar di masyarakat,” imbau Ivan. 

Demikian halnya Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi. Sepulang melaksanakan ibadah umroh, pada Sabtu, 15 Februari 2020, Hadi bertemu dengan awak media seusai menghadiri syukuran 80 tahunan sembilan tokoh masyarakat Kaltim di Hotel Bumi Senyiur. Kepada awak media yang mewawancarainya, Hadi meminta agar semua media dalam memberitakan 14 warga Kaltim yang telah selesai menjalani masa observasi di Natuna tersebut untuk tidak menyebutkan identitas maupun memotretnya.

Baca Juga : Hilangkan Kekhawatiran Masyarakat Terhadap Kasus Virus Corona, Sa'bani Minta Sebarkan Informasi, Tangkal Hoaks

 

“Hal ini penting diperhatikan agar tidak menimbulkan atau menyebabkan stigma negatif bagi masyarakat atas kehadiran mereka di tengah masyarakat,” pinta Hadi Mulyadi.

Kepulangan 14 warga Kaltim kembali ke Benua Etam patut disyukuri. Karena mereka sudah menjalani observasi selama 14 hari dan kemudian dinyatakan sehat. Seluruh kerja keras baik pemangku kepentingan dalam upaya mengantisipasi masuknya virus corona ke tanah air patut diberi apresiasi.

Kedepan, setelah dinyatakan negatif terkena virus corona memang tidak perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, secara umum harus tetap waspada dan menjaga kesehatan, guna menangkal virus corona dan lainnya.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk selalu membiasakan hidup sehat dengan melaksanakan gerakan masyarakat hidup sehat,” pesan Hadi.

Guna mengantisipasi perkembangan dan penyebaran virus corona di Benua Etam, Pemprov Kaltim telah melakukan berbagai upaya. Terlebih Kaltim memiliki cukup banyak gerbang masuk, baik melalui darat, laut dan udara yang bisa saja sebagai pintu masuk penyebaran virus corona ini.

Untuk itu, pemprov mengambil langkah cepat dengan mengumpulkan sejumlah pemangku kepentingan terkait lintas sektor. Mulai dari perangkat daerah lingkup provinsi (Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi), pemerintah kabupaten dan kota, TNI/Polri, serta kementerian dan lembaga yang memiliki perwakilan di Kaltim (Kementerian Kesehatan, otoritas Bandara, Kantor Imigrasi dan lainnya).

Semuanya dikumpulkan dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan 2019-nCoV di Kaltim dengan menghadirkan Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan drg R Vensya Sitohang sebagai nara sumber.

Baca Juga : Andi : Cegah Virus Corona dengan GERMAS

“Saya mengapresiasi upaya Pemprov Kaltim atas pelaksanaan rakor ini. Karena Kaltim merupakan provinsi pertama yang melaksanakan terkait virus corona ini.  Perlu dukungan lintas sektor untuk upaya pencegahan penyebaran virus corona ini. Puskesmas bisa menjadi ujung tombak dalam penyampaian informasi ke masyarakat," ujar Vensya Sitohang.

Rakor tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan yang diambil dari diskusi dan tanya jawab. Diantaranya, perusahaan harus melaporkan kedatangan dan kepergian tenaga kerja asing. Khususnya dari Cina untuk memudahkan pencegahan dan pengawasan terhadap penyebaran virus corona. 

Selanjutnya, RSUD AW Syahranie Samarinda segera melakukan pelatihan penanganan pasien virus corona. Hasil rakor juga harus segera ditindaklanjuti dengan simulasi di kabupaten dan kota. Perlu juga meningkatkan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) untuk menangkal penyebaran virus corona.

"Jangan sampai terjadi stigmatisasi bahwa orang yang ada di sana (observasi di Natuna) terinfeksi atau bisa menyebarkan virus. Terus sosialisasikan dan informasikan ini kepada masyarakat. Artinya memang perlu kita untuk menjaga kesehatan tubuh, sehingga terhindar dari virus corona ini," ucap Staf Ahli Gubernur HM Sa'bani kepada wartawan usai rakor. 

Kabar terbaru, Sabtu, 15 Februari 2020, ke14 pelajar asal Kaltim tiba di Jakarta, sekira pukul 16.00 WIB. Mereka disambut langsung di Lanud Halim Perdanakusuma.

Gubernur Kaltim Isran Noor bahkan menyambut mereka langsung saat turun dari pesawat TNI AU yang membawa mereka dari Natuna bersama 238 warga Indonesia lain yang telah melewati masa observasi.

Gubernur Isran terus menemani para pelajar Kaltim menikmati nasi kotak di salah satu sudut Lanud Halim Perdanakusuma hingga mengantarkan para pelajar Kaltim itu hingga ke Hotel Ibis Central Cawang untuk beristirahat. 

"Syukur alhamdulillah, lihat semua kan? Anak-anak kita ini semuanya sehat. Jadi, mari kita sambut mereka dengan gembira. Dan semoga Kaltim dijauhkan dari virus korona meski kita harus tetap waspada dan selalu hidup sehat," kata Gubernur Isran Noor saat menyambut mereka.

Mereka pun nampak sangat bahagia setelah tiba di Jakarta dan mendapat sambutan hangat dari Gubernur Isran Noor yang sekaligus menjadi satu-satunya gubernur yang menyambut kedatangan warganya di Lanud Halim Perdanakusuma dari Natuna. 

Berita : Heru Rinaldi

Editor : Samsul Arifin

Berita Terkait
Data Masih Kosong
Data Masih Kosong