Pasca Tumpahan Minyak, Perairan Teluk Balikpapan Berangsur Bersih

 

SAMARINDA - Pasca kejadian tumpahan minyak di Perairan Teluk Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) Kaltim 31 Maret 2018 lalu, membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim bersama Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pemeriksaan perairan teluk Balikpapan dan PPU. Sesuai pemeriksaan yang dilakukan tim KLHK bersama DLH Kaltim maupun pihak terkait dalam kejadian tersebut, kini perairan Teluk Balikpapan berangsur bersih. "Semua ini tidak lepas dari adanya usaha pembersihan seluruh stakeholder di Balikpapan maupun PPU dan Kukar," kata Kepala DLH Kaltim Riza Indra Riadi di Samarinda, Rabu (11/4).

 

Bahkan, dari kejadian tersebut, Komisi VII DPR RI turut meninjau dan melakukan rapat koordinasi dengan semua stakeholder. Sesuai hasil rapat tersebut, diminta Pertamina untuk segera menyantuni lima keluarga lima orang yang menjadi korban tewas. 

 

Selain itu, DLH Kaltim bersama DPR RI meminta agar diteruskan investigasi oleh Polda  untuk mencari penyebab tumpahan minyak tersebut.  Kemudian, inventarisasi kerusakan dan pencemaran oleh KLHK dan Pemda juga tetap dilakukan. Bahkan, sampai Rabu 11 April 2018 investigasi Polda dan inventarisasi KLHK dan Pemda belum selesai. "Hingga saat ini tim KLHK maupun Polda terus bekerja. Semoga saja cepat pengumpulan barang bukti didapat, maka semakin cepat juga bisa diketahui penyebab tumpahan minyak, yang sebelumnya dikabarkan akibat pipa Pertamina patah serta berapa kerugian yang terjadi," jelasnya. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation