Kalimantan Timur
Patok Pengingat 63


Senin (8/6/2020) kembali terjadi penambahan kasus positif Covid-19 yang jumlahnya berada di atas angka pasien yang sembuh. 

Fakta ini semestinya bisa menjadi patok pengingat  masyarakat agar tetap waspada dan selalu berhati-hati dengan penularan virus berbahaya yang pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, China tersebut.

Penambahan kasus positif kemarin sebanyak 9 orang, sehingga total kasus positif menjadi 338 orang. Sebanyak 213 pasien sembuh, termasuk 3 pasien sembuh pada Senin kemarin. 

Dari sisi persentase kesembuhan keseluruhan memang masih berada pada kisaran 63 persen, tetapi menurun dari persentase sehari sebelumnya yakni 63,8 persen.

"Jadi, perbandingan tingkat kesembuhan dan pasien positif kita masih belum stabil benar. Karena itu, masyarakat tidak boleh terlena, lalu abai," kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim H Nazrin, Selasa (9/6/2020).

Memang diakuinya, penerapan isolasi terbatas yang berlangsung sejak tiga bulan lalu itu cukup mengganggu kenyamanan masyarakat untuk beraktivitas. Plus hanya berdiam diri di rumah tanpa jadwal berwisata di setiap akhir pekan.

Tetapi dengan cara itu, setidaknya Kaltim cukup sukses menekan serbuan masif virus corona, seperti yang terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan provinsi tetangga, Kalimantan Selatan.

"Pencegahan dan kepedulian masyarakat kita tentu lebih baik dari dari daerah-daerah yang kasus positif dan kematian karena Covid-19 masih cukup tinggi. Tapi sekali lagi, kita tidak boleh anggap remeh dan melalaikan protokol kesehatan," tegas Nazrin yang juga dipercaya menjadi Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim itu.

Dibukanya kembali pusat-pusat perbelanjaan modern dan lokasi-lokasi wisata menurut Nazrin sangat potensial untuk terjadi penularan.

"Tidak boleh ada euforia di masyarakat karena mal dan wisata pantai sudah mulai dibuka. Kita harus tetap waspada dan patuhi protokol kesehatan," pesan Nazrin.

Selalu menerapkan physical distancing (jaga jarak), hindari kerumunan, gunakan masker, rajin cuci tangan dengan sabun dan tingkatkan imunitas diri agar tidak mudah terserang virus berbahaya yang hingga kini belum juga ditemukan vaksin penakluknya itu. (sul)

Berita Terkait