PEDA KTNA VIII Kaltim Siap Digelar

SAMARINDA – Panitia Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) VIII Kaltim memastikan ajang berkumpulnya para petani dan nelayan se-Kaltim ini siap digelar 7-10 Juni 2013.  Peserta diperkirakan mencapai 2.500 orang. Rangkaian kegiatan ini akan dipusatkan di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda.
Sejak kedatangan hingga pelaksanaan acara, panitia telah siap memberi pelayanan kepada peserta, antara lain sarana ransportasi, sejak kedatangan di Balikpapan maupun di Samarinda akan difasilitasi hingga ke lokasi penginapan, yakni  di Hotel Atlet  dan Wisma Atlet Stadion Madya Sempaja. Urusan transportasi ini akan dikoordinir oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kaltim.
“Persiapan sudah siap. Mulai lokasi pembukaan dan akomodasi serta transportasi peserta, semua sudah kami siapkan. Peserta juga mendapat fasilitas gratis untuk makan pagi, siang dan malam,” kata Sekretaris Umum Panitia PEDA KTNA VIII Kaltim Purwanto di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (27/5).
Pembukaan PEDA rencananya akan dibuka Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak atau Menteri Perekonomian Hatta Rajasa. Namun, sebelumnya, pada 7 Juni 2013 malam akan dilaksanakan temu wicara antara petani nelayan dengan Gubernur Kaltim.   Saat pembukaan PEDA nanti juga akan diserahkan penghargaan kepada kepala daerah yang berhasil membina petani dan nelayan di daerah ini.
“PEDA ini diharapkan dapat meningkatkan tali silaturrahim antar petani nelayan se-Kaltim. PEDA diharapkan dapat menambah wawasan petani nelayan untuk bisa mengembangkan usahanya di daerah masing-masing. Dalam pelaksanaan PEDA tentu ada penemuan dan teknologi baru tentang pertanian yang ditampilkan,” ungkapnya.
Pada rangkaian ajang ini juga akan ditampilkan  teknologi baru yang dikembangkan  di Balai Pengkajian Teknologi dalam bentuk seminar dan diskusi atau penyampaian di lapangan.
Semua kegiatan akan dipusatkan di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda. Diharapkan, pelaksanaan tersebut dapat meningkatkan motivasi petani nelayan dan masyarakat pelaku agribisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan.
“Dengan begitu diharapkan kegiatan ini juga dapat menumbuh kembangkan minat generasi muda pada bidang pertanian, kelautan, perikanan dan kehutanan,” jelasnya.  (jay/hmsprov).

///Foto : Purwanto
 

Berita Terkait