Pegawai Dispora Belajar Bahasa Isyarat

ist

SAMARINDA - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim dalam dua tahun terakhir membina Forum Pemuda Disabilitas Kreatif (FPDK), yakni memfasilitasi para pemuda disabilitas dengan semua latar belakangnya dan berprinsip keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk mereka berkarya dan mandiri.

Mengingat pentingnya hal tersebut, Kadispora Kaltim Muhammad Syirajudin bersama Kabid Pengembangan Pemuda Hardiana Muriyani memulai program pelatihan bahasa isyarat yang dilaksanakan 2 kali seminggu atau 8 kali pertemuan dalam sebulan.

"Bahasa isyarat kami pandang perlu, apalagi pemuda difabel tunarungu cukup banyak menjadi binaan FPDK, sehingga kami berinisiatif menggandeng pembelajar bahasa isyarat dari Ikatan Kebersamaan Anak Tuli (IKAT) Samarinda dan Yayasan Difabel ID Balikpapan untuk menjadi pemateri," kata Syirajudin di Kantor Dispora Kaltim, Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda, Kamis (30/1/2020).

Tampak terlihat sejumlah pegawai dengan antusias belajar bahasa isyarat dari huruf hingga beberapa kata dasar yang umum digunakan. Diantaranya, Kasi Kepemimpinan, Kepeloporan dan Kamitraan Pemuda Syahril, Kasi Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan Nunung Suriyani dan Kasi Infrastruktur dan Kewirausahaan Pemuda Nova Fachlevie dipandu Agustin dan Inggit dari IKAT Samarinda yang juga penyandang Difabel Tuna Rungu serta Huda dari Yayasan Difabel Id Balikpapan.

Muhammad Said, salah satu pegawai Dispora yang mengikuti pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) mengaku sangat antusias mengikuti dan mempelajari   setiap ilmu yang diberikan. 

"Hal ini tentu akan sangat bermanfaat bagi diri saya saat memberikan pelayanan kepada Pemuda Disabilitas yang berkoordinasi ke Dispora Kaltim," jelas Said.(jay/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait