Pegawai RS Islam Dilatih Produktivitas

SAMARINDA-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengembangan Produktivitas Daerah (PPD) melakukan Pelatihan Peningkatan Produktivitas kepada sekitar 20 karyawan Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda. Pelatihan ini dimaksudkan agar tercapai peningkatan kualitas dan produktivitas kerja di lingkungan rumah sakit swasta tersebut.
Kepala UPTD PPD Disnakertrans Kaltim Hj Hetty menjelaskan,  pelatihan ini akan memberikan konsep-konsep dasar peningkatan produktivitas melalui perbaikan produktivitas terpadu dengan tepat dan benar. Selain itu melatih komponen rumah sakit agar mampu mengelola kondisi tempat kerja secara mandiri dan bertanggung jawab.
“Pelatihan ini penting untuk meningkatkan produktivitas rumah sakit ini secara menyeluruh melalui konsep produktivitas yakni 5S, seiri, seiton, seiso, sheisketsu dan shitsuke untuk membangun pondasi yang kuat dalam penetapan budaya kerja produktif, efisien, efektif, beretos kerja tinggi,disiplin dan berkualitas,” kata Hetty, mewakili Kepala Disnakertrans Kaltim, Ichwansyah membuka Pelatihan Peningkatan Produktvitas  di Poliklinik RSI, Selasa (8/10).
Penerapan konsep produktivitas di rumah sakit ini diharapkan akan menjadi salah satu cara untuk menciptakan daya saing rumah sakit menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas. Usaha membangun pondasi, dianalogikan sama dengan membangun piramida. Pondasi harus diperkuat lebih dulu, lalu secara bertahap membangun tingkatan yang lebih tinggi.
Penerapan konsep ini sesungguhnya sangat sederhana, mudah dipahami dan dapat memberikan dampak langsung dan cepat terhadap peningkatan produktivitas. Produktivitas bisa diartikan sebagai perubahan sikap mental yang selalu memegang prinsip, mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.
“Praktiknya bisa diterapkan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, kerukunan kerja serta upaya pribadi ke arah yang lebih baik. Sedangkan terkait manajemen dan metode, bisa dilakukan dengan penghematan biaya, ketepatan waktu, serta sistem teknologi yang lebih baik,” ungkap Hetty.
Sementara Direktur RSI Samarinda, H Syafardi Ibrahim menyambut baik kerjasama ini. Menurut dia, selain perlu memikirkan peningkatan berbagai fasilitas dan teknologi rumah sakit, pengembangan sumber daya manusia rumah sakit juga tidak kalah pentingnya.
“Benar   sekali. Pelayanan rumah sakit tidak cukup hanya didukung dengan fasilitas atau peralatan modern. Pengembangan produktivitas SDM juga akan sangat menentukan. Satu saja yang bekerja tidak maksimal, maka pelayanan rumah sakit pasti akan terganggu,” kata Syafardi.
Peserta pelatihan akan dilatih selama tiga hari dengan materi pelatihan diantaranya tentang kebijakan umum ketenagakerjaan, pengantar produktivitas, mental, disiplin dan etos kerja. (sul/hmsprov)
 

Berita Terkait
Government Public Relation