Pelaku Usaha Diberi Motivasi Produktivitas


SAMARINDA - Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan globalisasi menuntut persaingan yang semakin ketat. Sumber daya manusia Kaltim harus siap menghadapi kondisi ini.
Dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia Kaltim yang lebih siap menghadapi persaingan bebas ASEAN tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim melalui UPTD Pengembangan Produktivitas Daerah (PPD) terus mendorong pentingnya penerapan produktivitas sebagai pola hidup dan sikap kerja sehari-hari.
Kepala Disnakertrans Kaltim Fathul Halim, saat membuka Pelatihan Peningkatan Produktivitas atau Achievment Motivation Training (AMT) di Samarinda, Senin (27/6) menjelaskan, produktivitas adalah sikap mental untuk selalu melakukan perbaikan dalam dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
"Produktivitas itu bisa digambarkan bahwa, cara kerja hari ini harus lebih baik dari cara kerja hari kemarin dan tingkat penghidupan besok harus lebih baik dari tingkat penghidupan hari ini. Menghadapi persaingan yang makin ketat ini, maka menurut saya, semua pelaku usaha sudah seharusnya menerapkan produktivitas," kata Fathul Halim.
Lebih jauh, mantan Kepala Biro Perlengkapan Setdaprov Kaltim ini menguraikan,  sikap produktif yang harus menjadi budaya para pelaku usaha mikro adalah komitmen untuk maju dan motivasi untuk berbuat lebih baik.
"Sikap produktif akan mendorong pelaku usaha akan menjadi lebih dinamis, kreatif, inovatif serta terbuka terhadap kritik, ide baru dan perubahan-perubahan," ujar Fathul.
Karena itulah, pihaknya sangat berharap melalui Achievement Motivation Training akan terjadi perubahan sikap mental, tingkah laku dan pola pikir para pelaku usaha dan para tenaga kerja terhadap peningkatan produktivitas.
Melalui pelatihan motivasi ini, diharapkan para pelaku usaha memiliki  motivasi dan tanggung jawab yang tinggi dalam pelaksanaan tugas, memahami budaya kerja dan mampu bekerja secara professional, mampu menyelaraskan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi/instansi/perusahaan dan mampu berinteraksi, melayani dan bekerjasama secara positif dan simpatik dengan mitra kerja/pelanggan.
"Tujuan berikutnya adalah mampu mengembangkan minat untuk meningkatkan prestasi, sehingga menjadi SDM yang andal, berprestasi, professional dan berdaya saing tinggi. Persaingan bebas menuntut pelaku usaha yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dan untuk itu maka mereka harus mampu menerapkan produktivitas," beber Fathul.
Sementara Kepala UPTD PPD Disnakertrans Kaltim Hj. Hetty menjelaskan, pelatihan kali ini diikuti 16 peserta yang merupakan para pimpinan usaha dan karyawan usaha mikro kecil dan menengah di Kota Samarinda.
"Mudah-mudahan setelah mengikuti pelatihan ini para peserta dapat menerapkan metode ini di tempat kerja masing-masing, sehingga produktivitas tenaga kerja dan usaha mereka meningkat dan lebih berdaya saing hingga akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat," kata Hetty. (sul/es/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation