Pelantikan 10 Februari mendatang Dr Rusmadi Jadi Sekprov Kaltim

SAMARINDA - Teka teki tentang siapa pejabat Kaltim yang akan menduduki posisi Sekretaris Provinsi Kaltim definitif terjawab sudah. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, Jumat (5/2) pagi kemarin menggelar jumpa pers untuk mengumumkan satu nama yang sudah disetujui Presiden Joko Widodo untuk menjadi Sekretaris Provinsi Kaltim.

Seperti diperkirakan sebelumnya, nama Dr Rusmadi yang saat ini masih menjabat sebagai Plt Sekretaris Provinsi Kaltim dan Kepala Bappeda Kaltim akhirnya terpilih dalam  seleksi akhir yang dilakukan oleh tim penilai akhir yang terdiri dari pejabat Kementerian Dalam Negeri, Sekretariat Negara, BPK, PPATK dan lainnya.

"Jika tidak ada aral melintang, Dr Rusmadi akan dilantik pada Rabu, 10 Februari mendatang. Selamat buat Pak Rusmadi yang terpilih," kata Awang di depan para wartawan.

Terpilihnya Rusmadi, sekaligus menyisihkan dua kandidat lainnya, yakni Kepala Dinas Pariwisata HM aswin dan Asisten Ekonomi Pembangunan M Sa'bani. Sebelumnya ada beberapa nama pejabat lain yang juga ikut dalam seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim tersebut. Yakni, Kepala Dinas Perhubungan Zairin Zain, Asisten Administrasi Umum yang juga Pj Walikota Samarinda Meiliana, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Kota Tarakan Firmananur dan Kepala Disperindagkop Kaltim Ichwansyah.

Gubernur berharap, setelah pelantikan Sekretaris Provinsi definitif nanti, kerja-kerja pemerintahan provinsi ke depan akan lebih baik, termasuk untuk menuntaskan proyek-proyek infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Sekda definitif itu akan menjadi mitra gubernur yang juga harus memiliki relasi dan hubungan baik. Satu lagi, dia juga harus diterima semua pihak,” ujar Awang.

Awang menambahkan, Sekretaris Provinsi adalah jabatan yang sangat strategis untuk dapat membantu kepala daerah memuluskan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan. Sebab itu, setelah melewati serangkaian tahapan seleksi terbuka ini, diharapkan, pejabat yang terpilih benar-benar adalah pilihan terbaik.

“Semua calon kita baik. Tetapi  kita harus memilih yang terbaik. Dia adalah orang yang paling tepat di posisi yang tepat pula,” tutup Awang.

Sederet tahapan yang telah dilewati, mulai dari seleksi administrasi, pembuatan makalah dengan tulisan tangan, presentasi makalah, uji publik, uji kompetensi bekerja sama dengan Dispasiad Bandung, wawancara akhir dengan panitia seleksi nasional dan Gubernur selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), hingga seleksi akhir oleh tim penilai akhir di Kementerian Dalan Negeri dan Sekretariat Negara sebelum akhirnya ditetapkan oleh Presiden. (sul/hmsprov)

Berita Terkait