Pelantikan Pengurus KONI Kaltim 2017-2021

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama Ketua KONI Pusat Tono Suratman (kiri) dan Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya (kanan). Memberi contoh kekompakan untuk membangun olahraga daerah dan nasional. (seno/humasprov kaltim)

 

Pelantikan Pengurus KONI Kaltim 2017-2021, Gubenur: Jaga Kekompakan untuk Prestasi Gemilang

 

SAMARINDA - Sebanyak 119 pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kaltim periode 2017-2021  yang diketuai Ir H Zuhdi Yahya  resmi dilantik Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman, Selasa (25/7) di Pendopo Lamin Etam. Pelantikan juga dihadiri Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak,  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kaltim, serta ketua dan anggota pengurus KONI kabupaten/kota se-Kaltim.

 

Gubernur Awang Faroek Ishak mengatakan pelantikan ini menjadi sangat  penting karena saat ini cukup banyak permasalahan yang perlu segera dilakukan pembenahan dan pembinaan, termasuk berbagai agenda olahraga yang siap dilaksanakan. "Pelantikan ini menjadi  momentum yang sangat tepat bagi kita semua untuk menyampaikan pemikiran, usulan dan ide-ide cemerlang demi kemajuan prestasi dan kejayaan olahraga Kaltim, sehingga prestasi olahragawan Kaltim mampu mengharumkan nama daerah baik di even nasional maupun internasional," kata Awang Faroek saat memberi arahan.

 

Dijelaskan, Pemprov Kaltim  akan terus mendukung upaya kebersamaan yang positif membangun olahraga, karena olahraga diharapkan  dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat sebagai modal dasar pembangunan untuk mengisi kemerdekaan dan mewarnai pembangunan.

 

"Sebab itu, apa yang kita targetkan dan cita-citakan bersama tentu tidak akan tercapai apabila kita tidak menjaga kekompakan untuk  mewujudkan prestasi gemilang itu. Kita patut bangga, karena kita dapat mempertahankan peringkat 5 besar nasional dan  terbaik di luar Jawa pada PON XIX Jawa Barat 2016 lalu," papar Awang Faroek.

 

Gubernur juga  mengingatkan kepada seluruh pengurus KONI Kaltim, para pelatih  maupun para atlet agar tidak puas pada hasil dan prestasi yang sudah diraih, mengingat  mempertahankan keberhasilan itu lebih sulit dibanding meraihnya. "Pola pembinaan atlet yang telah dilakukan dengan hasil yang baik agar terus digalakkan. Disamping itu perlu juga melakukan terobosan baru dengan mengembangkan program-program unggulan bekerjasama dengan instansi-instansi terkait agar prestasi demi prestasi yang diharapkan bisa dipersembahkan dengan hasil yang maksimal," pesan Awang Faroek.

 

Sementara Tono Suratman meminta kepada pengurus yang baru dilantik kiranya dapat memperhatikan janji prasetya yang  telah diucapkan, dihayati dan  diamalkan, karena di dalam janji itu terdapat kesetiaan, baik terhadap olahraga, pemerintah, bangsa dan negara. "Tolong janji prasetya diperhatikan dan diamalkan. Percuma  kalau janji itu hanya sebatas  janji tetapi tidak dilaksanakan, karena di dalam janji itu terdapat  tekad yang bulat   terhadap  kesetiaan baik kepada olahraga, pemerintah serta membangun generasi-generasi ke depan yang tangguh dan berprestasi," pesannya.

 

Tono Suratman juga mengharapkan kepada pengurus KONI Kaltim agar bisa mencari tugas-tugas tambahan, jangan hanya memikirkan prestasi, tetapi bagaimana memikirkan generasi muda seperti atlet SKOI Kaltim bisa menjadi pemimpin-pemimpin  olahraga ke depan.

 

"Makanya saya  minta kepada pengurus KONI Kaltim yang jumlahnya cukup besar, bisa terus bertahan sampai empat tahun ke depan dan bertambah semangatnya, bertambah daya pikirnya untuk kemajuan olahraga di Kaltim," tegas Tono Suratman. (mar/sul/humasprov)  

Berita Terkait