Peluang Kerja di Kilang Minyak Pertamina Balikpapan, Hari ini Pembukaan Pendaftaran Pelatihan BLK

Gubernur Awang Faroek Ishak memberikan penjelasan kepada wartawan terkait potensi lapangan kerja dari kilang minyak Pertamina di Balikpapan dan gas di Bontang. (yuvita/humasprov)

SAMARINDA - Rencana pembangunan kilang minyak Pertamina di Balikpapan dan gas di Bontang dipastikan akan diisi oleh tenaga kerja lokal. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan, pemprov telah melakukan MoU dengan Pertamina dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia lokal yang akan ditempatkan di pengembangan kilang minyak baru di Balikpapan tersebut.

"Semua itu, dilakukan untuk menyukseskan program proyek strategis nasional di daerah. Namun syaratnya, tenaga yang disiapkan dilatih terlebih dulu melalui Balai Latihan Kerja (BLK)," kata Awang Faroek Ishak didampingi Kadisnakertrans Kaltim Abu Helmi ketika jumpa pers di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (16/5).

Faroek mengatakan, BLKI yang telah siap, yaitu Balikpapan, Samarinda, Bontang dan Kutai Timur. Diharapkan, melalui pelatihan yang dilakukan di BLKI, tenaga yang disiapkan dapat bekerja secara profesional sesuai kebutuhan Pertamina.

Karena itu, terbuka kesempatan kerja dari 25.000-30.000 tenaga kerja asal Kaltim untuk ditempatkan di kilang minyak Pertamina. Tenaga yang disiapkan untuk bidang Health Safety Environtment (HSE) proyek up grading kilang minyak Pertamina RU V Balikpapan. "Karena itu, pelatihan akan dibuka untuk jurusan safetyman, safety inspector dan first aider," jelasnya.

Kadisnakertrans Kaltim Abu Helmi mengatakan pendaftaran pelatihan akan dibuka sejak 17 Mei-5 Juni 2018 pada hari jam kerja. Tempat pendaftaran di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota setempat. 

Sedangkan, waktu dan tempat seleksi dilaksanakan, 25-27 Juni 2018. Tempat seleksi diatur Disnaker Kabupaten/Kota setempat. Sedangkan pengumuman hasil seleksi 29 Juni 2018. Pelaksanaan pelatihan Juli 2018.

"Sesuai arahan Gubernur Awang Faroek Ishak akan dibutuhkan 25.000 tenaga kerja. Maka, terbagi 10.000 tenaga kerja pendukung, mulai penggali hingga office boy. Kemudian 15.000 tenaga terlatih. Dari 15.000 ini, 10.000 khusus dibutuhkan Pertamina. Sedangkan lima ribu disiapkan melalui BLKI," jelasnya.

Untuk tahap pertama, disiapkan tenaga yang akan dilatih di BLK adalah 960 orang. Guna menampung 960 calon tenaga kerja ini, maka akan memanfaatkan BLK Balikpapan dan Samarinda. Pelatihan pertama diikuti 450 peserta pada Juni-Juli 2018. Kemudian kedua 460 peserta pada September dan Desember 2018. "Artinya, pembukaan pelatihan kita buka mulai besok 17 Mei 2018," jelasnya. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait