Peluang Kerja Masih Sangat Terbuka di Pedesaan

Pemprov Lanjutkan  Pengembangan Desa Produktif Desa

SAMARINDA-Pemprov Kaltim kembali melanjutkan program pro rakyat yang dinilai sangat tepat untuk membangkitkan kepercayaan diri dan semangat masyarakat untuk membangun perekonomian dari kekuatan potensi lokal sekitar mereka. Program itu adalah pengembangan desa produktif.  Seperti tahun-tahun sebelumnya,  program pengembangan desa produktif ini dilaksanakan oleh UPTD Pengembangan Produktivitas Daerah (PPD) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim.  
            Kepala UPTD PPD Disnakertrans Kaltim, Hj. Hetty saat mewakili Kepala Disnakertrans Kaltim Ichwansyah saat membuka Pembinaan Desa Produktif   di Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Selasa (3/9), mengatakan, pembinaan desa produktif merupakan  upaya memberdayakan masyarakat desa agar mampu memanfaatkan secara optimal seluruh potensi ekonomi di desa setempat, meliputi potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan letak geografis desa itu sendiri.
            “Pengembangan desa produktif sekaligus akan menjawab kekhawatiran terjadinya menumpuknya para pencari kerja di daerah-daerah perkotaan. Peluang kerja dan wirausaha sesungguhnya masih sangat terbuka di daerah-daerah pedesaan,” ujar Hetty.
            Pengembangan desa produktif dinilai sangat tepat untuk membangkitkan semangat desa untuk melirik dan mengelola dengan sungguh-sungguh berbagai potensi di desa tersebut. Pemanfaatan potensi lokal secara baik dan professional diyakini akan memberikan efek positif bagi perkembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa setempat.  
            Meski demikian Hetty mengingatkan, bahwa desa produktif tidak mungkin bisa diwujudkan hanya dengan inisiatif, terobosan dan kegigihan pemerintah. Kesadaran dan partisipasi masyarakat yang ditunjukkan melalui etos kerja dan semangat produktivitas untuk mengelola semua potensi unggulan yang  mereka miliki, tentu sangat diharapkan.  
“Perlu dibentuk kelompok usaha pedesaan dan kelompok ekonomi kreatif yang saling bekerja sama untuk menciptakan produk barang dan jasa bernilai ekonomi, serta berusaha untuk selalu mencari peluang-peluang baru yang disinergikan dengan potensi lokal,” sambung Hetty.
Pemprov Kaltim melalui UPTD PPD dan instansi teknis terkait lainnya akan terus melakukan pembinaan dan pengembangan usaha sektor informal dengan dukungan aspek sumber daya manusia, teknologi, pemasaran, produksi dan manajemen pengelolaan. Sebab lanjut Hetty, selain motivasi yang tumbuh kuat dari masyarakat, pengembangan desa produktif ini akan lebih berhasil jika terbangun sinergitas yang baik antara instansi pemerintah dan lembaga terkait untuk mendukung terciptanya peningkatan produktivitas masyarakat desa.  
“Pada intinya, Pemprov Kaltim sangat ingin membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan dengan cara yang sangat sederhana, yakni mengoptimalkan potensi yang ada di sekitar mereka. Dari sini kita juga sangat berharap akan tumbuh wirausahawan-wirausahawan baru produktif, yang secara langsung juga akan membuka kesempatan kerja bagi yang lain,”  pungkas Hetty.  Desa Sidomulyo, Anggana dikenal memiliki potensi pertanian dan perikanan. (sul/hmsprov)

Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat melakukan kunjungan ke salah satu desa di Kaltim, beberapa waktu lalu. Gubernur Awang Faroek selalu meyakinkan bahwa kesempatan kerja masih sangat terbuka di pedesaan. Dan itulah yang akan terus dilakukan pemerintah. (dok/humasprov)


 

Berita Terkait