Peluncuran buku Change Leadership - Non Finito


JAKARTA  - Winner never quit, and quitters never win. Kata bijak Vince Lombardi ini menjadi catatan tebal pada bagian akhir buku bertajuk Change Leadership – Non Finito yang diluncurkan pakar manajemen ternama Indonesia, Rhenald Kasali di Jakarta, Selasa (12/4).

Buku yang mengupas banyak hal tentang sukses model kepemimpinan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak itu, mengisyaratkan pesan, bahwa pemenang bukanlah orang yang berhenti dan orang yang berhenti tidak akan pernah menang.      

Ungkapan yang ditulis Rhenald Kasali ini seolah ingin menegaskan, sukses kepemimpinan seorang Awang Faroek yang diraih karena konsistensinya berjuang untuk kepentingan rakyat dengan perubahan besar yang oleh sebagian orang mungkin dianggap tidak masuk akal.

"Strategi pembangunan Pak Awang mungkin lumayan membingungkan bagi sebagian orang. Kaltim kaya sumber daya alam, tetapi Pak Awang malah ingin membatasi eksploitasinya. Mengapa Pak Awang memilih jalan yang panjang,  membangun industri berbasis pertanian, mendorong proses hilirisasi, mengembangkan sumber energi terbarukan, serta membangun proyek-proyek infrastruktur strategis. Ini adalah ciri pemimpin perubahan," kata Rhenald Kasali saat Bedah Buku Change Leadership - Non Finito di The Darmawangsa Jakarta.

Pemilik Rumah Perubahan ini memaparkan, karya bukunya yang berjudul Change Leadership - Non Finito menggambarkan kondisi pemimpin perubahan yang harus siap dengan program pembangunan yang mungkin saja tidak bisa dirampungkan pada akhir masa kepemimpinannya.

"Apa yang dilakukan Pak Awang adalah lompatan panjang. Bagaimana mengubah constraint (hambatan) menjadi peluang. Contoh semangat untuk membangun rel kereta api yang banyak ditentang, sekarang justru didukung Presiden Joko Widodo. Demikian juga dengan jalan tol. Dulu dianggap hanya mengawang-awang, kini sudah mendekati kenyataan," kata Rhenald.

Menurut Rhenald, Awang adalah pemimpin dengan konsistensi dan daya tahan yang tinggi. Di akhir catatan bukunya, Rhenald memungkasinya dengan peryataan penutup, change leaders never stop, never quit.

Pemimpin perubahan tidak akan berhenti dan tidak akan menyerah. Seperti apa yang dilakukan Gubernur Awang Faroek Ishak untuk membangun jalan tol di Kaltim, membangun rel kereta api dan membangun Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Maloy, Kabupaten Kutai Timur.

Meski banyak mendapat tekanan, Gubernur Awang Faroek Ishak konsisten melakukan perubahan yang sangat diyakini, pada saatnya itulah yang sesungguhnya dibutuhkan masyarakat Kaltim.

Jika pun satu proyek tidak dapat dirampungkan, maka kata Rhenald, proyek-proyek itu akan bermanfaat jika bisa dilanjutkan oleh pemimpin-pemimpin selanjutnya. Hal itu penting agar proyek tidak mangkrak dan tetap bermanfaat bagi masyarakat.  Pemimpin berikutnya tidak justru mencari-cari legacy untuk menunda atau membiarkan proyek pembangunan itu tidak dilanjutkan.

Gubernur Awang Faroek Ishak saat didaulat memberi sambutan pada peluncuran buku tersebut mengatakan, semangat perubahan sudah dilakukan Gubernur Awang Faroek Ishak, bahkan sejak dirinya dipercaya memimpin Kabupaten Kutai Timur. Sejak saat itu, dia sudah berusaha keras untuk terus mendorong terciptanya transformasi ekonomi dari sumber daya alam tidak terbarukan (unrenewable resources) menuju kekuatan ekonomi daerah berbasis sumber daya alam terbarukan (renewable resources). Strategi ini pun dilanjutkan saat Awang Faroek menjabat gubernur Kaltim.

"Kaltim punya sumber daya alam tak terbarukan yang melimpah. Tapi visi saya adalah pengembangan agrobisnis. Kekuatan ekonomi berbasis sumber daya baru terbarukan harus menjadi lokomotif ekonomi Kaltim didukung pengembangan sejumlah kawasan industri. Menurut saya, hasil dari SDA tidak terbarukan itu untuk NKRI. Justru pertanianlah yang akan menyejahterakan rakyat Kaltim," kata Awang.

Awang melanjutkan, pemimpin itu umumnya ingin program yang cepat dinikmati masyarakat, tapi itu tidak berlaku bagi dirinya. Hampir semua program pembangunannya adalah jangka panjang. Membangun jalan tol misalnya, terbentur kawasan konservasi. Pemimpin lain mungkin sudah menyerah. Tetapi tidak dengan dirinya.

Berkat perjuangan gigih, akhirnya jalan tol boleh dibangun dengan perubahan rencana tata ruang dari kawasan konservasi menjadi areal penggunaan lain. Sekarang jalan tol Kaltim diakui sebagai jalan tol nasional dan sudah mendapat dukungan APBN kolaborasi dengan APBD dan investasi swasta.

"Mau tahu siapa pendukung kuat program-program jangka panjang saya? Pendukung kuat saya itu adalah Presiden Joko Widodo. Karena itu saya sangat yakin, program-program jangka panjang seluruhnya akan terlaksana dengan baik," ujar Awang yang kemudian disambut aplaus ratusan hadirin yang hadir dalam peluncuran buku tersebut.

Program jangka panjang lain yang juga menjadi andalan Gubernur Awang Faroek adalah Beasiswa Kaltim Cemerlang. Sejak 2009 hingga 2018 tidak kurang dari 450 ribu pelajar, mahasiswa guru dan dosen menerima beasiswa ini. Termasuk beasiswa untuk pelajar Kaltim yang belajar ilmu perkeretaapian ke Rusia.

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak yang menjadi salah satu pembicara menyebutkan, resep utama pemimpin perubahan itu adalah pemimpin yang bermental baja. "Saya yakin, ini adalah aset utama beliau (Awang)," ujar Emil Dardak.

Suami dari artis Arumi Bachsim ini pun menjelaskan, mental baja itu bisa menjadikan seorang pemimpin yang kuat, apalagi jika dibentengi dengan kekuatan moral dan nurani.

"Di era reformasi ini semua orang bebas mengkritik. Kalau pemimpin tidak tahan kritik, maka lama-lama dia pasti akan goyah. Pak Awang adalah senior yang mampu memimpin secara aspiratif. Apa yang diperjuangkan hari ini memang terlihat belum populer, tapi inilah yang layak dinikmati masyarakat Kaltim di masa depan. Ibaratnya, walaupun sekarang dipukuli, beliau yakin perjuangannya akan bermanfaat bagi masyarakat di masa depan," beber Emil.

Sedangkan Ketua Komite Pengawas Persaingan Usaha, Syarkowi Rauf  mengungkapkan, mengapa Awang bisa melakukan perubahan yang sangat baik di Kaltim. Menurutnya karena Awang adalah pemimpin cerdas dan berani.

"Pak Awang adalah pemimpin yang berani mengambil keputusan yang antara sukses dan risiko gagal, sama besarnya. Beliau juga adalah pemimpin dengan empati kepada masyarakat, sehingga kebijakannya tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," jelasnya.

Acara dihadiri tokoh-tokoh nasional dan Kaltim. Sejumlah Anggota DPR RI juga hadir dalam peluncuran buku tersebut. (sul/es/humasprov

Berita Terkait