Pemahaman Agama Perlu Ditingkatkan

Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kaltim


SAMARINDA - Pemahaman ajaran agama yang benar kepada generasi muda perlu terus ditingkatkan untuk mencegah terjerumus dalam penyalahgunaan Narkoba dan minuman keras. Upaya ini harus menjadi tanggung jawab bersama para orang tua, tokoh agama, majelis agama, sekolah serta keluarga.  
Hal ini perlu dilakukan, karena penyalahgunaan Narkoba di Kaltim saat ini kian mengkhawatirkan. Kaltim berada di posisi ketiga nasional dalam kasus penyalahgunaan Narkoba. Penyalahgunaan Narkoba ini bukan hanya dilakukan orang dewasa, tetapi juga generasi  muda. 
“Apakah sindikat jaringan Narkoba tersebut sangat bebas di daerah ini atau anak-anak muda kita yang kurang diberikan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba. Karena itu, semua pihak harus berperan untuk memberikan pemahaman tentang resiko penyalahgunaan Narkoba,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Farid Wadjdy di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (25/6).
Antisipasi penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan dengan dua cara, yakni penyuluhan dan pencegahan. Dua hal ini sangat penting dilakukan, sebelum generasi muda menjadi pengguna. Inilah tugas yang harus dilakukan setiap orang tua dan tokoh agama, agar pemahaman tentang resiko penyalahgunaan Narkoba terus dilakukan, terutama melalui penyuluhan di berbagai tingkatan, baik orang tua dan anak-anak.  
“Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan bagi korban Narkoba di setiap daerah dapat direhabilitasi, sehingga korban tidak terjerumus kembali dalam penyalahgunaan Narkoba,” tegas Farid.  (jay/hmsprov).

///Foto :  H Farid Wadjdy

     

Berita Terkait
Government Public Relation