Pembangunan Bandara Datah Dawai Rampung Akhir 2015

Pemprov Segera Tambah Bandara Perintis di Mahulu

SAMARINDA – Sebagai kecamatan terdepan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Long Apari di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) perlu mendapat perhatian lebih serius. Pembangunan di berbagai sektor perlu dipercepat, khususnya untuk infrastruktur dasar dan penunjang bagi masyarakat, berupa akses jalan, Bandara dan ketenagalistrikan.

Sejak 2012, Pemprov melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim telah membangun dan meningkatkan landasan pacu Bandara Datah Dawai di Kecamatan Long Pahangai, Mahulu. Dari semula panjang 850 meter dan lebar 23 meter menjadi 1.600 meter dan 30 meter. Dengan alokasi anggaran mencapai Rp150 miliar.

Kepala Dishub Kaltim H Zairin Zain mengungkapkan proyek pembangunan Bandara Datah Dawai ini merupakan salah satu dari tiga proyek pembangunan dan peningkatan bandara perbatasan yang bekerjasama dengan TNI Angkatan Darat melalui Operasi Bhakti Kartika Jaya.

“Kondisi medan untuk menuju lokasi pembangunan Bandara Datah Dawai memang rumit, karenanya kerjasama dengan TNI dalam membangun perbatasan merupakan kebijakan tepat. Dengan kemampuan TNI dan dukungan dana yang ada, maka paling lambat akhir 2015, Bandara Datah Dawai bisa dirampungkan. Bisa didarati pesawat berbadan lebar jenis Hercules milik TNI untuk mengangkut sembilan bahan pokok keperluan masyarakat,” ungkap Zairin, usai mengikuti Rapat Tindak Lanjut Kunjungan Kerja di Long Apari, Mahakam Ulu, Senin (3/11).

Selain menunggu rampungnya peningkatan landasan pacu Bandara Datah Dawai, Zairin mengusulkan kepada Pemkab Mahulu maupun Pemprov Kaltim untuk segera membangun Bandara Perintis di sejumlah kecamatan di Mahulu, seperti halnya yang dilakukan di wilayah Kalimantan Utara.

“Karena jika menunggu terbukanya jalur darat dengan rumitnya medan di wilayah Mahulu, maka dalam 5-10 tahun ke depan daerah-daerah di sana masih terisolir. Untuk jangka pendek, dengan Bandara Perintis interkonektivitas antar wilayah di Mahulu bisa terhubung dengan baik,” usulnya.

Selain itu, Pemprov Kaltim juga terus membangun jalan poros yang menghubungkan Long Bagun (ibukota Mahulu)-Long Pahangai-Long Apari sepanjang kurang lebih 240 kilometer. Pembangunan jalan tersebut juga bekerjasama dengan TNI dan sumber dananya berasal dari APBD provinsi maupun APBN.

Sementara itu, untuk ketenagalistrikan, program pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal yang akan beroperasi dalam waktu dekat. Sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) juga turut dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. (her/sul/es/hmsprov).

Berita Terkait
Government Public Relation