Pembangunan Bendung Gerak Telake masih tertunda

 

Petani Rugi Rp810 Miliar

SAMARINDA – Tertundanya dana APBN tahun ini menyebabkan pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser masih tertunda. Diperkirakan petani mengalami kerugian sebesar Rp810 miliar per tahun akibat tertundanya pembangunan waduk bendung gerak tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim H Ibrahim didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Joko Dwi Fetrianto pada pertemuan jajaran instansi pertanian di Kaltim, pekan lalu.   

Kerugian itu akibat tidak teralirinya sawah-sawah petani di dua daerah yakni Kabupaten Paser dan PPU yang diperkirakan memiliki luasan lahan mencapai 21 ribu hektar.

“Bendung Telake diasumsikan mampu mengairi sawah petani di dua kabupaten yang mencapai 21 ribu hektar. Karena tertunda pembangunannya maka diperkirakan petani terus mengalami kerugian sebesar Rp810 miliar per tahun,” jelasnya.

Luasan lahan persawahan sekitar 21 ribu hektar itu terdiri 14 ribu eksisting sedangkan sisanya seluas 7.000 masih proses perluasan. 

Kerugian yang diderita petani selama ini akibat ketiadaan air (kekeringan) yang terjadi pada musim kemarau panjang yang hampir setiap tahun terjadi. Juga, tidak adanya ketersediaan air secara berkelanjutan untuk mengairi sejumlah kawasan persawahan petani di kedua kebupaten tersebut.

Selain itu, walau tetap tanam, sawah seluas 14 ribu hektar itu diperkirakan tetap merugi mencapai Rp510 miliar per tahun.

“Petani sangat berharap agar pembangunan Bendung Gerak Telake segera direalisasikan bahkan diselesaikan, sehingga petani tidak merugi setiap tahunnya,” harapnya.

Apalagi lanjutnya, nilai pembangunan bendung tersebut diperkirakan sebesar Rp2 triliun. Apabila, diasumsikan dalam empat tahun petani tidak rugi maka dana itu sudah bisa kembali modal.  (yans/sul/es/humasprov)

Berita Terkait