Pembangunan Berhasil Jika Ada Pengakuan Rakyat

Gubernur Awang Faroek bersama rakyat. Sukses pembangunan jika ada pengakuan rakyat. (dok/humasprov kaltim)

 

SAMARINDA - Pemprov Kaltim terus berupaya menyelesaikan program pembangunan yang saat ini sedang berjalan. Mulai pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, bandara maupun pelabuhan bahkan kualitas SDM di daerah hingga ketahanan pangan. Meski begitu, tidak sedikit pula program yang kini telah berhasil dibangun Pemprov Kaltim. Diantaranya, peresmian proyek pembangunan PLTU Maloy 2x30 MW, pabrik CPO dan pabrik ethanol di KEK MBTK Maloy, Kutai Timur serta Pelabuhan Kariangau dan terminal Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

 

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan upaya yang dilakukan itu akan berjalan baik, jika ada pernyataan atau pengakuan seluruh rakyat Kaltim. Tanpa pengakuan rakyat maka pemerintah bisa dianggap belum berhasil. "Karena itu, apa yang telah dilakukan Pemprov Kaltim diharapkan dapat disesuaikan dengan data dan fakta oleh masing-masing OPD di lingkungan pemerintah provinsi. Sehingga melalui data dan fakta itu rakyat percaya bahwa pemerintah telah berhasil bekerja," kata Awang Faroek Ishak, Selasa (28/11).

 

Awang menegaskan, percuma saja bekerja tanpa data dan fakta. Karena publik tidak mengetahuinya. Karena, melalui data dan fakta itu menunjukkan hasil kerja pemerintah, sehingga rakyat juga merasakan dan mengakui. Awang mengakui, rakyat tidak ingin janji-janji saja disampaikan pemerintah. Karena itu, Awang meminta agar semua OPD di lingkungan Pemprov Kaltim diakhir kepemimpinannya dapat maksimal dalam menuntaskan program yang telah direncanakan. "Saya ingin ketika akhir kepemimpinan saya dapat tuntas program yang dilaksanakan. Sehingga rakyat merasa nyaman dan percaya atas kerja yang dibangun selama 10 tahun ini. Karena rakyat yang menentukan berhasil atau tidak pembangunan ini," jelasnya. (jay/sul/ri/humasprov)

 

Berita Terkait