Pembangunan Bidang Kominfo, Keberhasilan Kaltim Diakui Nasional


 

SAMARINDA – Komitmen Pemprov Kaltim dalam pembangunan bidang komunikasi dan informatika (kominfo) mendapat apresiasi pemerintah pusat. Sepanjang 2016 saja, Kaltim diganjar setidaknya empat penghargaan nasional.

“Ini bukti kita serius dan konsisten melaksanakan pembangunan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2013 - 2018. Khususnya  dalam hal penyediaan dan pengembangan sarana TIK di seluruh wilayah Kaltim,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Abdullah Sani, Selasa (29/11).

Penghargaan yang diperoleh antara lain Procurement Award 2016 kategori komitmen 100 persen e-procurement berdasarkan tingginya komitmen, dedikasi, dan implementasi pengadaan secara elektronik menggunakan Lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kaltim di lingkup Provinsi Kaltim.

Penghargaan diberikan kepada Gubernur Kaltim yang diwakili Kepala Diskominfo Kaltim Abdullah Sani dalam rangkaian Rapat Kerja LPSE 2016 di Jakarta, 3 November 2016.

Menurut Sani, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) RI atas komitmen menyelenggarakan pengadaan barang jasa melalui LPSE Kaltim. Terutama atas pemenuhan Inpres Nomor 7/2015 yang dilanjutkan Inpres Nomor 10/2016 tentang Aksi Pencegahan Korupsi dan Pemberantasan Korupsi.

Tidak lama berselang, Kaltim kembali mendapat penghargaan TOP IT and TOP TELCO 2016 kategori TOP ICT Leadership 2016 dan kategori TOP Implementation on Province Government 2016. Penghargaan diberikan kepada Pemprov Kaltim dan Gubernur Kaltim.

“Ini penghargaan atas komitmen Gubernur Kaltim menuntaskan pembangunan bidang kominfo hingga ke kawasan perbatasan dan daerah terpencil. Utamanya dalam membuka keterisolasian akses jaringan telekomunikasi dengan membangun tower telekomunikasi di kawasan perbatasan dan daerah terpencil. Itu yang menjadi penilaian dan Kaltim satu-satunya yang mendapat penghargaan ini,” kata Sani.

Terakhir, Pemprov Kaltim kembali diakui sebagai daerah yang berhasil mengembangkan TIK. Gubernur akan menerima penghargaan Indonesia Smart Nation 2016 bersama gubernur dan bupati/walikota penerima pernghargaan lainnya di Indonesia.

“Penghargaan ini mungkin karena Kaltim dinilai serius mengembangkan TIK dengan mencanangkan sebagai provinsi cyber untuk mendukung pengembangan smart city kabupaten/kota se-Kaltim. Implementasi dilakukan dengan membangun serat pita lebar (FO) di seluruh wilayah Kaltim,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen Gubernur Kaltim yang mendorong pembangunan infrastruktur di bidang TIK, terutama dalam mewujudkan cyber provence dalam memberikan percepatan pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kaltim.

Di samping, itu dalam waktu dekat Diskominfo Kaltim selaku Pejabat Pengelola Informasi Dokumentasi (PPID) Kaltim akan menerima kunjungan tim penilai dari Komisioner Komisi Informasi Pusat. Mereka ingin melihat langsung keberhasilan Pemprov Kaltim dalam mengelola keterbukaan informasi publik 2016.

“Diharapkan pemprov kembali mendapat penghargaan keterbukaan informasi publik yang sebelumnya secara berturut-turut selama 4 kali memperoleh penghargaan keterbukaan informasi, yakni peringkat lima nasional pada 2012, peringat pertama pada 2013, serta peringkat tiga pada 2014 dan 2015,” tukasnya. (diskominfo kaltim/arf/sul/es/humasprov)

Berita Terkait