Pembangunan Ekonomi Selaras dengan Pembangunan Sosial dan Lingkungan

Atasi Ketimpangan Pembangunan

SAMARINDA – Berdasarkan hasil identifikasi Pemprov Kaltim selama ini, terdapat lima hal yang menjadi permasalahan pokok pembangunan, yakni rendahnya daya saing sumber daya manusia (SDM), pertumbuhan ekonomi yang masih rendah dan fluktuatif, belum meratanya pelayanan infrastruktur, belum terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan belum terciptanya kualitas lingkungan yang baik dan sehat.
Sesuai permasalahan dan isu strategis tersebut, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kaltim 2005-2025, ditetapkan visi pembangunan 2013-2018 yaitu "Mewujudkan Kaltim Sejahtera yang Merata dan Berkeadilan berbasis Agroindustri dan Energi Ramah Lingkungan".
“Visi tersebut mengandung dua elemen utama tujuan pembangunan yaitu mewujudkan Kaltim sejahtera yang merata dan berkeadilan serta cara untuk mencapainya yaitu dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui pengembangan agroindustri dan energi yang ramah lingkungan,” ungkap Gubernur Awang Faroek di Samarinda pekan lalu.
Awang Faroek menjelaskan elemen visi “Kaltim Sejahtera yang Merata dan Berkeadilan” memandang lebih jauh aspek kesejahteraan itu sendiri. Melalui elemen visi ini adalah adanya keseimbangan antara kesejahteraan sosial dan ekonomi, ada keharmonisan antara pembangunan ekonomi dan sosial, bahkan dengan aspek lingkungan hidup yang kesemuanya diketahui saling mempengaruhi.
“Pembangunan yang hanya mendasarkan pada pertumbuhan ekonomi menyebabkan semakin terjadinya kesenjangan dalam masyarakat. Akibatnya muncul berbagai ketimpangan khususnya kemiskinan dan kerusakan lingkungan hidup yang merupakan dampak dari pembangunan ekonomi. Guna mengatasi permasalahan ketimpangan tersebut pembangunan ekonomi perlu diselaraskan dengan pembangunan sosial dan lingkungan hidup,” jelasnya.
Elemen tersebut, lanjut dia, pada intinya adalah melaksanakan pembangunan berkelanjutan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat saat ini maupun masa mendatang, melalui pemerataan pembangunan ekonomi yang bertumpu pada peningkatan kualitas SDM.
Selanjutnya, elemen visi Kaltim yang kedua yaitu Agroindustri dan Energi Ramah Lingkungan, yang memiliki makna komitmen dan pilihan strategi untuk melakukan transformasi ekonomi. Yaitu dari ekonomi berbasis sumber daya alam tidak terbarukan menjadi ekonomi yang berbasis pemanfaatan sumberdaya alam terbarukan dengan sistem pengelolaan yang berkelanjutan.  
“Strategi ini merupakan cara yang diyakini dapat mewujudkan tujuan dari elemen visi Kaltim yang pertama yaitu Sejahtera Yang Merata dan Berkeadilan,” ucapnya.
Elemen visi Agroindustri dan Energi Ramah Lingkungan, sebut dia, menuntut proses pembangunan ekonomi yang berkualitas, yaitu adanya pertumbuhan ekonomi yang diikuti dengan perubahan dalam struktur ekonomi dan kelembagaan.
Adapun perubahan struktur ekonomi yang ingin dicapai melalui elemen visi kedua ini adalah struktur ekonomi yang sehat dan digerakkan oleh pusat-pusat ekonomi  yang merupakan hajat hidup orang banyak.
Diantaranya, sektor pertanian dalam arti luas, pengembangan industri hilir yang bernilai tambah tinggi dan penyediaan energi baru dan terbaharukan untuk menggerakkan sektor ekonomi, mendorong agar tidak bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam untuk keberlanjutan generasi mendatang.
“Penekanan kata ramah lingkungan pada elemen kedua ini mengandung makna bahwa transformasi ekonomi berbasis unrenewable resources ke renewable resources harus dilakukan dan hanya dapat diwujudkan bila ada keseimbangan antara pilar ekonomi, lingkungan dan sosial dalam perencanaan pembangunan dan ekonomi yang membentuk ekonomi hijau,” pungkasnya. (her/hmsprov)

///FOTO : Dr H Awang Faroek Ishak

Berita Terkait