Pembangunan Itu Proses Jangka Panjang Bukan Sekedar Peristiwa

Menjelang Berakhirnya Kepemimpinan Presiden SBY

BOGOR - Ajang Silaturahim Nasional (Silatnas), lima hari jelang berakhirnya masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Boediono, tak pelak menjadi catatan khusus Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak.

Kurun waktu 10 tahun dalam kepemimpinan Presiden SBY, serasa sangat singkat. Kemajuan pembangunan tidak bisa dipungkiri keberhasilannya. Namun  tidak sedikit pula pekerjaan penting yang belum sepenuhnya dirampungkan.

    Kebersamaan  kepemimpinan Presiden SBY ini terasa sangat singkat. Tidak sedikit sukses program pembangunan yang secara langsung telah dinikmati masyarakat dalam kurun waktu itu. Tetapi, harus jujur diakui bahwa masih banyak pula pekerjaan-pekerjaan besar yang masih harus kita tuntaskan.

            “Apa makna penting dari momentum hari ini? Bahwa  kita semua harus menyadari, pembangunan itu adalah proses jangka panjang dan bukan hanya sebuah peristiwa. It is not just a event, bukan sekedar satu atau dua tahun. Pembangunan itu harus berkelanjutan," kata Awang Faroek, usai menghadiri even nasional bertajuk  "Menuju Pembangunan Nasional yang Berkelanjutan" yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu (15/10).

    Dengan kesadaran itu, maka sudah semestinya, semangat untuk membangun itu harus terus hidup. Pembangunan berkelanjutan bukan hanya dimaknai dengan merangkai pembangunan yang memperhatikan lingkungan, tetapi pembangunan yang harus dilakukan secara terus-menerus, dinamis dan bersungguh-sungguh.

    Poin-poin penting harus menjadi catatan, bahwa seluruh komponen daerah dan bangsa ini harus mampu menjaga kesinambungan pembangunan. Sukses pelaksanaan pemilihan umum legeslatif dan pemilihan umum presiden, hendaknya mampu mengembalikan kebersamaan sesama anak bangsa untuk membangun negeri serta tidak terus melanjutkan konfrontasi negatif yang sudah pasti tidak produktif untuk mendorong laju akselerasi gerbong pembangunan.

    "Poin penting selanjutnya adalah sinergi dan komunikasi yang baik di semua tingkatan dan semua sektor atau bidang. Pembangunan harus dilakukan secara inklusif dan tidak parsial.  Berikutnya, seperti pesan Presiden SBY tadi (kemarin), kita harus mendukung  pemerintahan baru Jokowi-JK dalam upaya melanjutkan proses-proses pembangunan. Pembangunan yang berkelanjutan," tegas Awang.

    Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kaltim H Syahrun yang hadir bersama Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wagub Mukmin Faisyal HP, menyatakan sangat sependapat dengan pernyataan Presiden SBY dan Gubernur Awang Faroek Ishak, khususnya tentang pembangunan yang berkelanjutan.

Dicontohkan pembangunan jalan tol dan Bandara Samarinda Baru (BSB), yang keduanya telah menjadi bagian dari proyek-proyek Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), Koridor Ekonomi Kalimantan.

    "Proyek-proyek pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, BSB dan proyek infrastruktur lainnya itu semua ditujukan untuk kepentingan rakyat. Infrastruktur yang baik disiapkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang secara langsung bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.  Saat ini Rp 1 triliun yang kita siapkan mungkin  terasa sangat besar, padahal tanpa kita sadari dampak positif yang akan dinikmati nanti pasti jauh lebih besar," kata H Alung, sapaan akrabnya.

    Dia pun mengajak semua pihak, termasuk lembaga pemerintah, di daerah maupun pusat untuk terus bersinergi menyukseskan kelanjutan pembangunan. Terus memantapkan koordinasi dan membuang jauh-jauh ego sektoral.

"Gubernur, walikota, bupati dan jajaran kementerian, termasuk DPRD dan DPR jangan kaku. Mari muarakan semuanya untuk kepentingan rakyat dan peningkatan kesejahteraan rakyat," imbuhnya.

    H Alung juga mengajak media massa  agar dapat menyampaikan pemberitaan yang berimbang dengan semangat yang sama untuk mendukung pembangunan daerah. Sebab jangan sampai, lampu hijau dukungan pusat, misalnya untuk pembangunan jalan tol yang akan dirampungkan dari titik 0 kilometer hingga kilometer 38 Samboja dengan kolaborasi APBN-APBD berakhir tanpa kejelasan, karena semangat daerah yang tidak solid.

    "Kolaborasi APBN dan APBD akan merampungkan jalan tol hingga kilometer 38. Selanjutnya, diharapkan peran investor untuk masuk dan merampungkan hingga Samarinda. Begitu juga BSB. Pekerjaan-pekerjaan yang tidak selesai, akan dibantu APBN. Ini hal positif yang harus kita jaga bersama-sama," ujarnya.  (sul/es/hmsprov)  

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama Wakil Gubernur HM Mukmin Faisyal HP menghadiri Silaturahmi Nasional.(samsul/humasprov)

 

Berita Terkait