Pembangunan Jalan Tol Sudah Tepat

Infrastruktur Terus Menjadi Program Prioritas Kaltim

 

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan, prioritas pembangunan Kaltim saat ini selain mewujudkan ketahanan pangan juga  memacu  pembangunan infrastruktur, yakni  jalan trans Kalimantan, Jembatan Pulau Balang juga jalan bebas hambatan atau jalan tol Samarinda-Balikpapan hingga Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy di Kabupaten Kutai Timur. Proyek infrastruktur lain yang juga akan dilakukan adalah membangun rel kereta api.

''Cita-cita yang harus diwujudkan, yakni 15 kabupaten dan kota di Kaltim dan Kaltara nantinya dapat terhubung melalui jalur darat, laut maupun udara," kata Gubernur Awang Faroek Ishak dihadapan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan pejabat serta undangan pada peletakan batu pertama Bendungan Teritip Balikpapan, April lalu.

Pada kesempatan itu gubernur juga meminta perhatian dan dukungan pemerintah pusat terkait pembangunan Jembatan Mahkota II dan Jembatan Kembar (Mahakam IV)  serta pembangunan pengganti jembatan yang runtuh di Kutai Kartanegara, karena keberadaan jembatan itu sangat penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.    

Mendengar aspirasi yang disampaikan Gubernur Awang Faroek Ishak. Djoko Kirmanto merasa bangga dan memuji kinerja gubernur yang inovatif dan pro rakyat. Sehingga perlu dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah pusat.

"Masyarakat Kaltim harus bangga memiliki gubernur yang cerdas dan memiliki gagasan cemerlang, seperti beliau (Awang Faroek Ishak,red)," puji Djoko Kirmanto, disambut aplaus hadirin yang hadir.

Khusus pembangunan jalan tol atau jalan bebas hambatan yang  menghubungkan Samarinda-Balikpapan, Djoko Kirmanto mengakui, tidak mungkin proyek itu bisa dikerjakan pihak investor saja.

Menurut dia,  berapapun tarif kendaraan yang melintasi tol itu nantinya tidak akan mampu  mengembalikan investasi. Karena itu, memang harus ada dukungan pemerintah dalam hal pembiayaan jalan tol tersebut.

"Pemprov Kaltim yang sudah memberikan dukungan  dana untuk pembangunan jalan tol Rp2 triliun lebih.  Langkah ini sudah tepat untuk kepentingan masyarakat," kata Djoko Kirmanto.

Lantas bagaimana dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan jalan tol tersebut? Djoko mengatakan, jika kekurangannya tidak terlalu besar pemerintah pusat akan membantu secara bertahap karena jalan tersebut merupakan koridor ekonomi yang sangat penting. Namun dengan kondisi saat ini akan dihitung  kembali internal rate of return (IRR) atau indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi.

"Tentunya akan dihitung kembali IRR-nya kalau memang layak  bisa ditawarkan kepada investor. Kalau IRR masih kecil atau uangnya tidak terlalu besar, pusat akan memberikan dukungan secara bertahap," ujarnya.

Sedangkan terkait pembangunan Jembatan Pulau Balang juga akan segera dilanjutkan mulai tahun ini,  sebab anggarannya sudah siap dengan pola multiyears contract. Sementara untuk pembangunan Jembatan Mahkota II maupun jembatan lainnya di Kaltim, Djoko meminta untuk dicatat dan selanjutnya akan dibahas oleh Dirjen Bina Marga. (tim humas).

 

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (tiga dari kiri) bersama Menteri Perekonomian Chairul Tanjung (empat dari kiri) serta Wakil Menteri PU Hermanto Dardak (tiga dari kanan) pada peresmian pembangunan jalan tol. (dok/humasrov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation