Pembangunan Kaltim Juga Tanggungjawab Wartawan

Buka Puasa Gubernur Bersama Wartawan

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa wartawan dan media massa memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Gubernur meyakini, dukungan wartawan akan membantu sukses pembangunan,  baik pembangunan bidang infrastruktur,  sumber daya manusia (SDM), maupun pertanian dalam arti luas yang menjadi program prioritas pembangunan Kaltim.  

 “Wartawan memiliki tanggungjawab besar terhadap proses pelaksanaan pembangunan di daerah. Karena itu, dukungan wartawan sangat diperlukan demi menyukseskan program pembangunan agar tidak terjadi masalah,” kata Awang Faroek Ishak usai buka puasa bersama dengan wartawan media elektronik dan cetak di Kaltim di Pendopo Lamin Etam Samarinda, Ahad (13/7).

Gubernur berharap para wartawan dapat memberikan informasi yang lebih akurat dan sesuai dengan data yang jelas, serta bekerja profesional sesuai kode etik dan ketentuan yang berlaku.

“Apalagi saat ini Pemprov Kaltim sedang giat-giatnya membangun di segala bidang. Pada periode sebelumnya berbagai prestasi pun telah diraih Pemprov Kaltim. Karena itu, melalui pertemuan ini, wartawan diminta lebih professional, lebih berimbang dalam menyampaikan informasi pembangunan. Bukan hanya hal negatif yang ditulis, tapi prestasi juga harusnya diberitakan tanpa harus memasang iklan," harap Awang.

Dia melanjutkan, memang tidak mudah membangun infrastruktur. Karena, hal ini harus berhadapan dengan pembebasan lahan. Lahan merupakan masalah yang sangat penting, apabila masyarakat ingin pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak mendapatkan masalah.

Karena itu, diharapkan pemberitaan tentang lahan tersebut tidak berlebihan. Bahkan, ketika ingin menerbitkan berita, diharapkan wartawan dapat konfirmasi terlebih dulu kepada narasumber, sehingga berita yang disampaikan ke masyarakat lebih berimbang dan tidak selalu condong untuk menyerang.

“Jadi, saya menilai bahwa wartawan adalah pelaku-pelaku yang sangat berperan menyukseskan pembangunan di daerah. Tetapi, apabila ada wartawan yang menaikkan berita yang baru isu saja tentu akan merusak situasi kondusifitas daerah yang telah dibangun selama ini,” jelasnya. (jay/sul/hmsprov)

Berita Terkait