Pembangunan Kaltim On the Track

* Pelaksanaan 12 Prioritas Pembangunan Kaltim


SAMARINDA– Selama empat tahun pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2009-2013, ada 12 prioritas pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemprov Kaltim sebagai bagian dari pelaksanaan tiga agenda pembangunan Kaltim.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Dr H Rusmadi, mengungkapkan berdasarkan hasil evaluasi prioritas pembangunan, pada agenda pertama yang fokus pada menciptakan Kaltim yang aman, demokratis dan damai didukung pemerintahan yang bersih dan berwibawa, terdapat dua prioritas pembangunan. Yaitu pembangunan kawasan perbatasan, pedalaman dan daerah terpencil.
Terdiri dari pembangunan sarana dan prasarana, seperti pemasangan pilar batas utama (PBU) sebanyak 204 unit dan pembangunan jalan sepanjang 527,44 kilometer. Pelayanan informasi dan telekomunikasi, pembangunan tiga stasiun RRI, lima stasiun pemancar TVRI dan sembilan menara telekomunikasi.
“Untuk bidang reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan, terdiri dari akuntabilitas kinerja pemerintah Kaltim yang mampu menjadi terbaik nasional selama empat tahun berturut-turut (2009, 2010, 2011 dan 2012). Sedangkan opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap kinerja pengelolaan keuangan daerah yang meraih predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada 2010 dan 2011,” jelas Rusmadi, Senin (18/3).
Untuk agenda kedua, yang fokus pada mewujudkan ekonomi daerah yang berdaya saing dan pro rakyat, didalamnya terdapat lima prioritas pembangunan, yaitu legalisasi RTRWP Kaltim dan peraturan zonasi.
Peningkatan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan program langit biru (pohon) dan penurunan luas lahan kritis. Pembangunan infrastruktur, yakni pembangunan jalan nasional dan jalan provinsi, serta peningkatan transportasi udara. Revitalisasi daya listrik, dimana kondisi 2012 adalah daya terpasang sebesar 665,7 MW, daya mampu (494,5 MW) dan beban puncak (428,9 MW).
Ketahanan dan kemandirian pangan yang fokus pada pengembangan produksi padi, perikanan, swasembada beras/pencetakan sawah dan peningkatan kualitas SDM penyuluh pertanian. Selanjutnya, Peningkatan daya saing investasi, yaitu pada sektor ekspor, impor, penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), koperasi, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Dan yang terakhir adalah prioritas pembangunan dalam rangka percepatan pengentasan kemiskinan.
Agenda ketiga yang fokus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat, dengan tiga prioritas pembangunan, yaitu peningkatan dan perluasan kesempatan kerja, peningkatan kualitas pendidikan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
“Selama empat tahun terakhir, capaian dari indikator pembangunan program prioritas tersebut menunjukkan angka yang memuaskan. Ada yang melampaui target RPJMD 2009-2013, juga kita akui ada yang belum. Namun semua pelaksanaan prioritas pembangunan masih on the track,” jelasnya. (her/hmsprov).
 

Berita Terkait
Government Public Relation