Pembangunan Kawasan IKN Harus Gerak Cepat


BALIKPAPAN - "Siap laksanakan perintah," kata Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanudin disambut tangan hormat Gubernur Kaltim Isran Noor.

Pertemuan kedua pemimpin ini terjadi pada Seminar Nasional Hari Bhakti PU ke-74 Tahun 2019 di Grand Ballroom Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Jumat (6/12/2019).

Ucapan dan rasa hormat mendalam Dirjen Bina Konstruksi kepada Gubernur Kaltim sangat beralasan. Sebab, ibu kota negara (IKN) Indonesia saat ini sudah diancang-ancang di bangun di Benua Etam, Kaltim.

Bahkan bisa dipastikan akan dimulai pada 2020. Walaupun Dirjen mengakui pihaknya sudah diinstruksikan sejak 2017 khususnya menyiapkan penukiman bagi 1,5 juta orang yang akan hijrah ke IKN.

"Kami siap perintah Pak Gubernur. Lembaga yang terlebih dulu hadir di Kaltim adalah Kementerian PUPR. Otomatis pemukiman sudah harus siap kami bangun," ujar Syarif.

Pekerjaan ini tidak mudah, lanjutnya, sebab banyak faktor penentu sebagai rantai pasok pembangunan dan pengembangan IKN meliputi Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kaltim.

Menurut Syarif, faktor penentu sukses pembangunan IKN tidak terlepas dari kualitas dan kompetensi SDM, peralatan (alat berat) yang digunakan, material (bahan baku)  konstruksi/bangunan dan pemanfaatan teknologi konstruksi.

"Kita sadari keterbatasan masih ada. Semantara IKN menuntut percepatan, sehingga tidak menutup kemungkinan ada tambahan tenaga terampil (SDM), peralatan, material dan teknologi dari luar Kaltim," ungkap Syarif.(yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait