Pembangunan Sektor Pendidikan On The Track

Tingkat Kepuasan Masyarakat Capai 73,2 Persen

SAMARINDA – Dalam kurun waktu lima tahun masa pemerintahan Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur Farid Wadjdy, Pemprov Kaltim memberikan prioritas penuh pada upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan yang diberi nama program Kaltim Cemerlang.
Demikian diungkapkan Staf Ahli Gubernur bidang Pendidikan, Bohari Yusuf, pada Seminar Nasional “Kurikulum 2013 Harapan Baru Menuju Pendidikan Bermutu” di ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (23/5).
“Program ini kemudian dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3/2010, tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dimana Pemprov membangun sektor pendidikan tanpa diskriminasi, artinya tidak membedakan antara pendidikan di sekolah negeri, swasta maupun pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama,” ujar Bohari.
Menurut dia, program Kaltim Cemerlang adalah jawaban sekaligus konsep yang dilaksanakan untuk memecahkan problematika pendidikan di Kaltim. Namun, lanjut dia, program tersebut tentu saja perlu penyempurnaan. Akan tetapi survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada Januari-Februari 2013, menunjukkan 73,2 persen masyarakat Kaltim merasa puas dengan kinerja di bidang pendidikan.
Pada survei tersebut, pembangunan sektor pendidikan menempati peringkat pertama, yang kemudian disusul pemenuhan kebutuhan pokok (71,1 persen) dan kesehatan (67,5 persen). Hal ini menjadi bukti nyata program Kaltim Cemerlang telah on the track sesuai dengan harapan masyarakat Kaltim.
“Dengan tingkat kepuasan publik tersebut, Kaltim siap menyambut bonus demografi dalam mensejahterakan rakyat. Kaltim yang kaya sumber daya alam, saat ini harus sesegera mungkin membangun pendidikan dengan tujuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dalam rangka peningkatan daya saing SDM. Jika tidak, maka pada era keterbukaan dan globalisasi dan pasar bebas, posisi-posisi strategis akan diisi oleh SDM asing,” katanya.
Dijelaskan, indikator utama yang menyangkut pembangunan sektor pendidikan di Kaltim dalam lima tahun terakhir sangat menggembirakan, saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menempati peringkat lima nasional. Kemudian, Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/MA/SMK dan Paket C (keempat nasional), sedangkan buta aksara menurun hingga 1,6 persen.
Demikian halnya dengan peningkatan kualifikasi, profesionalisme dan kesejahteraan guru semakin membaik. Hal ini tidak terlepas dari dukungan dari semua pihak terhadap program Kaltim Cemerlang yang telah dicanangkan sejak 2009 lalu. Namun dibalik itu, sambung dia, perlu disadari sepenuhnya masih banyak yang harus diselesaikan di masa depan.
“Berkenaan dengan hal tersebut saya mengajak seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan agar dapat mencermati program Kaltim Cemerlang dan memberikan rekomendasi kepada Pemprov untuk selanjutnya dapat dijadikan bahan pada perencanaan pembangunan pendidikan di masa depan,” harapnya. (her/hmsprov).
 

Berita Terkait