Pembinaan Anak Usia Dini Tanggunggjawab Semua Pihak

Pelatihan Pengasuh TPA dan Pengelola PAUD se Kaltim


SAMARINDA - Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi anak usia dini diharapkan tidak hanya dilakukan oleh pengasuh Tempat Penitipan Anak (TPA) dan pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), tetapi juga harus menjadi tanggungjawab bersama, terutama orang tua.
“Pendidikan anak usia dini harus menjadi tanggungjawab kita bersama. Penanaman konsep pengembangan diri dan keterampilan  anak usia dini memang seharusnya bukan hanya dilakukan oleh pengelola dan pengasuh, tetapi kita semua,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim usai membuka pelatihan pengasuh TPA dan pengelola PAUD se-Kaltim di Samarinda, Selasa (14/5).
Karena itu maka wajar jika semua anak usia dini di Kaltim ditampung di lembaga PAUD dan TPA. Meski begitu, hingga saat ini hal itu belum sepenuhnya tertampung. Artinya, masih banyak anak usia dini yang belum mendapatkan fasilitas dan hak pendidikan untuk masuk di lembaga pra sekolah.  
Selain itu, yang perlu didukung adalah bagaimana pembinaan terhadap pengelola dan pengasuh anak usia dini. Karena masih banyak yang belum memiliki kompetensi sesuai standar yang diharapkan.
“Bukan hanya itu, sarana dan prasarana dari lembaga anak usia dini tersebut juga harus memenuhi standar, sehingga proses pembinaan anak usia dini  lebih berkualitas. Karena itu, ke depan peran camat di masing-masing kabupaten dan kota diperlukan untuk mendukung pembinaan pengelola dan pengasuh anak usia dini, baik PAUD dan TPA,” jelasnya.
Camat merupakan orang terdepan dalam melaksanakan tanggungjawab terhadap pembinaan tersebut. Sesuai arahan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, diharapkan seluruh camat dapat bersama-sama melakukan Memorandum of Understanding (MoU) tentang pembinaan anak usia dini di masing-masing daerah dengan Pemprov Kaltim.
“Artinya, dengan adanya MoU tersebut Pemprov Kaltim dapat mengetahui berapa jumlah data anak usia dini yang belum tertampung di lembaga pembinaan anak usia dini, sehingga Kaltim memiliki target untuk presentase angka partisipasi kasar (APK) anak usia dini. Sebab, tahun ini untuk tingkat nasional baru mencapai 50,62 persen dan diharapkan Kaltim 2014 mampu mencapai 80 persen. Harapannya tahun berikutnya dapat mencapai 100 persen,” beber Musyahrim.  
Menurut dia, MoU tersebut bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan presentase APK saja, tetapi bagaimana agar pembinaan terhadap guru-guru dan pengelola anak usia dini juga memiliki kompetensi yang baik dengan standar yang berkualitas.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) M Faturrakhman mengatakan tujuan pelatihan pengasuh TPA dan pengelola PAUD se Kaltim adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi para pengasuh TPA dan pengelola PAUD dan meningkatkan mutu standar pelayanan PAUD dan APK PAUD di Kaltim.
“Ilmu yang diterima dalam pelatihan ini diharapkan dapat disampaikan juga kepada pengelola dan pengasuh yang ada di wilayah masing-masing, sehingga yang tidak mengikuti pelatihan juga mengetahui cara membina anak usia dini dengan baik,” jelasnya.
Pelatihan dilaksanakan sejak 13-17 Mei 2013 di Samarinda, diikuti 40 peserta dari 14 kabupaten dan kota se Kaltim. (jay/hmsprov).

////Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak selalu menyempatkan diri bersama anak-anak PAUD sebagai bukti perhatian Pemprov Kaltim terhadap pengembangan mutu pendidikan anak usia dini.(dok/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait