Pembukaan STQ Nasional XXIV, Meiliana: Duta Kaltim Harumkan Nama Daerah

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim Dr Hj Meiliana menerima plakat STQ dari Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. (ist)

 

TARAKAN-Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional XXIV diselenggarakan di Tarakan Kalimantan Utara pada 16-22 Juli di Tarakan (Kaltara). Ajang nasional itu dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada Sabtu (15/7). Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim Dr Hj Meiliana mengharapkan 16 duta  Kaltim berjuang keras untuk meraih prestasi gemilang dan mengharumkan nama daerah. "Kita harapkan kafilah Kaltim bisa menampilkan yang terbaik dan mengharumkan nama Benua Etam," kata Meiliana saat mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang faroek Ishak pada pembukaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional XXIV di Islamic Center Masjid Baitul Izza Kota Tarakan, Sabtu (15/7).

 

Dikatakan, lahirnya juara-juara STQ dari duta-duta Kaltim dapat memotivasi masyarakat dan umat Islam untuk mempelajari, menghayati dan mengamalkan kitab suci Alquran. Selain itu, setiap prestasi yang diraih akan memberikan citra dan nama baik bagi daerah walaupun hal itu bukan merupakan tujuan utama. "Terpenting melalui STQ kita ingin nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran dapat memperkuat landasan aqidah, akhlak dan mua’malah masyarakat," kata Meiliana.

 

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan STQ adalah tradisi baik yang diwariskan para pendahulu. Karenanya, pemerintah akan terus menggelar STQ dan MTQ. Hal ini ditegaskan Menag Lukman Hakim menanggapi beredarnya informasi bahwa STQ Nasional di Kaltara menjadi kali terakhir. “Saya ingin mengklarifikasi sekaligus menegaskan bahwa pemerintah akan terus menyelenggarakan STQ juga MTQ yang sudah ada sejak puluhan tahun. Mulai dari tingkat desa sampai tingkat nasional,” katanya saat membuka STQ Nasional XXIV.

 

STQ menjadi ajang mempersiapkan para qori-qoriah serta hafidz-hafidzah yang akan menjadi wakil bangsa dalam MTQ internasional.  Selain bacaan dan hafalan, STQ juga melombakan pemahaman atas kandungan Al Quran. Menag berharap, STQ juga menjadi sarana umat Islam mendalami kitab sucinya dengan baik sehingga terhindar dari tindakan ekstrem yang  merugikan bangsa dan masyarakat. Tampak hadir,Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie dan Perwakilan Pemerintah Provinsi masing-masing kafilah STQ dan para pejabat Kementerian Agama, serta masyarakat Tarakan. (mar/sul/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation