Pemenuhan Energi Listrik di Long Apari Pada 2016 Ditarget 24 Jam

Pemenuhan Energi Listrik di Long Apari  Pada 2016 Ditarget 24 Jam

 

UJOH BILANG - Kepala Kantor Pengelola Perbatasan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Harun Alrasyid mengatakan, seiring akan dibangunya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat atau Komunal dukungan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Kecamatan Long Apari  Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu)  ditargetkan  sudah teraliri  listrik 24 jam pada awal 2016.

Kampung Long Apari dan Kampung Naha Tivab, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memang sudah dialiri listrik namun hanya sampai pukul 23.00 Wita, setelah itu padam. Pada awal 2016 diharapakan Kecamatan Long Apari sudah bisa teraliri  listrik 24 jam, seiring dengan karena bantuan dari Kementerian ESDN.

"Tahun ini,  Kementerian ESDM memprogramkan pembangunan PLTS terpusat untuk kampung Long Apari dan Kampung Naha Tivab dan akhir bulan sudah selesai, sehingga pada awal 2016 sudah operasional,” katanya.

Dijelaskan PLTS terpusat  itu, setiap titiknya berkavasitas 30.000 ribu watt. Masing-masing mengaliri listrik masyarakat di Kampung Long Penaneh 1, 2, dan 3 serta Kampung Long Apari untuk yang dibangun di Long Apari. Kemudian Kampung Naha Tivab secara keseluruhan juga dibangun jenis pembangkit yang sama.

"Nantinya setiap masyarakat per Kepala Keluarga (KK) mendapat jatah 400 watt. Itu cukup untuk dimanfaatkan menghidupkan televisi 42 inci, maupun lemari es berukuran kecil,"ujarnya.

Sedangkan pengelolaannya dilakukan masyarakat karena dihibahkan. Makanya sudah dibentuk kepengurusan dari masing-masing masyarakat. Termasuk juga operator yang akan mengelola pembangkit tersebut.

"Mereka ada iuran kesepakatan masyarakat untuk pemeriliharaan termasuk membayar petugas operator yang menangani. Rencananya akhir Oktober penyerahan hibah tersebut dilaksanakan di Bali," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya Kementerian ESDM juga ada program pembangunan PLTS Hybrit di kampung Long Penaneh. Pelaksanannya menyalurkan aliran listrik dari PLTS terpusat kemudian dikombinasikan dengan PLTD. Hibah dari Kementerian ESDM untuk suplay energi listrik ke gardu diesel.

            Selanjutnya PLN mengelola pamasangan dan instalasinya. Ini bisa menerangi tujuh  desa yang ada di pusat Ibukota Kecamatan Long Apari.  "Pembagiannya setiap rumah 1.300 watt. Hanya saja pemasangan jaringan harus bayar, tidak seperti PLTS terpusat yang bebas biaya pemasangan," ujarnya.

Program pembangunan PLTS terpusat sebelumnya juga dilakukan di Long Pahangai  1 dan 2 dan Long Lunuk. Sudah on akhir bulan ini ada serah terima untuk hibah, masing-masing 50.000 watt. (mar/es/hmsporv)

////FOTO : Suasana permukiman salah satu desa di Long Apari.(syaiful/humasprov)

 

Berita Terkait