Pemerintah Dorong Pendirian Akademi Bidan di Daerah

Kaltim Masih Kekurangan Tenaga Bidan

SAMARINDA - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr Hj Rini Retno Sukesi mengatakan kebutuhan tenaga bidan di Kaltim masih cukup tinggi. Jumlah penduduk Kaltim saat ini diperkirakan mencapai 3.693.000 jiwa dan seharusnya memiliki  tenaga bidan sebanyak 3.693 orang. Namun kenyataannya jumlah yang tersedia masih sekitar 2.358 bidan, sehingga kaltim masih kekurangan tidak kurang dari 1.335 bidan.  
"Saat ini idealnya  40 bidan melayani 1000 orang, untuk itu pemerintah terus mendorong berdirinya akademi kebidanan di daerah ," kata Rini Retno Sukesi di sela-sela wisuda Akademi Kebidanan Bunga Husada di Samarinda, Kamis (7/9).
Selain itu, kebijakan pemerintah yang telah  mencanangkan seluruh desa menjadi Desa Siaga, dengan POSKESDES minimal satu bidan. Ini menyebabkan kebutuhan tenaga bidan untuk ditempatkan didesa cukup besar. Saat ini kurang lebih kurang 1.302 desa di Kaltim. Sedangkan yang telah memiliki bidan desa tidak lebih dari 363 desa.   
"Kekurangan tenaga bidan tersebut tentu tidak akan dpenuhi bila tidak ada upaya untuk mendorong semua pihak, baik pemerintah maupun swasta ikut berpartisipasi dalam penyediaan SDM kesehatan, melalui pendidikan kebidanan," terangnya.  
Selain itu pihaknya juga mengajak para lulusan bidan, tidak terfokus hanya mengabdi di perkotaan saja, akan tetapi bersedia bekerja di kawasan pedalaman atau daerah terpencil untuk memanfaatkan ilmunya.  
Menurutnya, saat ini di Kaltim terdapat  sembilan  institusi pendidikan kebidanan, dengan status kepemilikan satu  buah milik pemerintah (Poltekkes Kemenkes Kaltim) dan  delapan  buah milik swasta yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Banyaknya institusi pendidikan kebidanan tentu membutuhkan tenaga pendidik dengan kualifikasi sesuai standar agar mutu pendidikan dapat ditingkatkan, dan pada gilirannya akan mampu meningkatkan mutu tenaga kesehatan yang dihasilkan. (sar/hmsprov)
 

Berita Terkait