Pemerintah Kaltim Berpikir Keras Sejahterakan Rakyat

Wagub H Hadi Mulyadi ketika meninjau usaha industri masyarakat pada Rakor Kementerian Perindustrian (jaya/humasprovkaltim).

SAMARINDA - Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki luasan wilayah yang sangat luas, yaitu yang kini luasnya masih satu Pulau Jawa dan Selat Madura. Maka, untuk mensejahterakan rakyat pemerintah Kaltim maupun Kabupaten/Kota harus berpikir keras, sehingga rakyat betul-betul sejahtera.

Dengan 10 Kabupaten/Kota dan alokasi anggaran yang terbatas, tentu pemerintah harus berpikir keras bagaimana mampu sejahterakan rakyat.

"Dengan memiliki wilayah yang luas dan SDA yang besar, Kaltim merupakan penyumbang devisa terbesar di negara ini. Tetapi, hasil yang kembali ke daerah tak sesuai. Karena itu, pemerintah harus berpikir keras bagaimana mensejahterakan rakyat," kata Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Hadi Mulyadi di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (27/2/2019).

Hadi menjelaskan dengan alokasi anggaran yang terbatas, kemudian wilayah yang sangat luas tentu tidak mungkin daerah ini mampu mensejahterakan rakyat, apabila pemerintah tidak berpikir keras.

Karena itu, siapa saja aparatur pemerintah, diharapkan sama-sama berpikir, bagaimana cara mensejahterakan rakyat. Misal, mulai dengan mendatangkan investor dan menciptakan lapangan pekerjaan.

"Kami bersyukur ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah berpikir ke depan bagaimana mampu mensejahterakan rakyat, dengan cara memanfaatkan alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat untuk masyarakat. Contohnya, dukungan modal usaha bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM)," jelasnya.

Artinya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mensejahterakan rakyat. Hadi berharap pemerintah bisa bekerjasama dengan pihak perbankan. Karena itu, Pemerintah Daerah terus mengingatkan pihak perbankan agar selalu mendidik dan membina pelaku UKM di Kaltim. Sehingga masyarakat bisa mandiri dan sejahtera.(jay/ri/fat/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation